Saturday, December 22, 2007

Orang Indonesia lebih ngerti bahasa Inggris

Seberapa paham kita terhadap bahasa sendiri?

Yang satu ini pasti bukan hal yang baru. Waktu kecil dulu saya pernah membaca suatu ulasan di koran tentang kemungkinan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia setelah RRC, india, AS; Indonesia memiliki peluang untuk menempatkan bahasanya ke dalam jajaran bahasa internasional lain seperti Jerman dan Perancis. Sayangnya jumlah penduduk Indonesia yang dua ratus juta sekian itu tidak serta-merta menunjukkan jumlah penuturnya, karena banyaknya penduduk yang masih belum memahami apalagi menggunakan bahasa Indonesia dalam kesehariannya. Kalaupun pakai, tidak dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Fenomena salah kaprah yang banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan pertanyaan juga buat saya sendiri, apakah itu karena kitanya yang tidak peduli dan kurang disiplin dalam berbahasa ataukah karena dari sananya bahasa Indonesia memang sangat permisif terhadap serapan dari luar dan dari dalam?

Persoalan ini memang panjang, makanya kali ini saya ingin menyempitkannya sekaligus menyesuaikan dengan judul saya di atas dengan cara melihat ke pengalaman saya sendiri. Sebagai seorang mahasiswa kedokteran gigi, sebagian besar literatur kuliah saya tentunya berasal dari bahasa Inggris. Ada beberapa istilah Inggris yang terjemahannya cukup mengejutkan saya:

Blood coagulation ... darah yang keluar dari luka pasti tidak akan terus mengalir, suatu saat akan berhenti juga. Nah, berhentinya darah mengalir ini karena dia mengalami proses yang namanya blood coagulation, bukan pembekuan darah tetapi terjemahan tepatnya justru penjendalan darah.

Bed rest, sesuatu yang harus dijalani pasien yang sakit parah yaitu tetap berada di tempat tidur selama masa perawatan, terjemahannya adalah tirah baring.

Brittle ... entah kenapa saya lebih ngeh dengan istilah ini saat dosen menerangkan bahwa ada material sifatnya brittle ini. Ketika mendapat beban yang melewati batas toleransinya dia akan pecah berkeping-keping (bukannya menjadi lebih tipis seperti logam yang ditempa). Aneh saja rasanya, bahwa terjemahan dari brittle adalah getas.

(dental) filling, adalah sesuatu yang mungkin anda minta jika gigi anda berlubang kepada dokter gigi anda, saat anda kebetulan berada di negara western. Di tanah air kita lazim menyebutnya tambalan, meskipun dosen kami akan selalu meluruskan istilah ini menjadi tumpatan.

Mudigah ... Jika terjadi gangguan pada masa mudigah, janin dapat mengalami kelainan. Saya sempat pusing sekali memahami arti kata mudigah ini, alhamdulillah, beberapa hari kemudian, persis di hari ujian saya ingat ayat al Quran tentang proses penciptaan manusia. Salah satunya adalah tahap ”mudghoh”, yaitu secara harfiah berarti ”segumpal daging” atau secara istilah berarti embrio (untuk yang mempelajari Obs-gyn, please betulkan kalau saya keliru). Dari situlah saya simpulkan kalau mudigah adalah kata serapan dari mudghoh ini, sedangkan masa mudigah boleh dimaknai masa kandungan.

Yang satu ini lebih umum ... tahukah anda kalau terjemahan seharusnya dari kata effective and efficient adalah sangkil dan mangkus?

Saya sangat berterima kasih kalau ada yang bisa memberikan tambahan contoh :)

Tinggal ngomong aja kok repot ... kalau dianalogikan ke bahasa Inggris, saya sendiri juga berpendapat kalau mempelajari bahasa slang dan ekspresi-ekspresi colloquial sama pentingnya dengan memahami gramatika bahasa Inggris yang resmi, dua-duanya terpakai untuk skill bahasa dan wawasan sosial. Masalahnya, tak selalu kita bicara dalam suasana santai, kan? Adakalanya kita perlu—menurut istilah Dr. Suwardjono, dosen FE UGM—politically correct (saya pernah menulis pengalaman saya dengan beliau di sini).

Okey, judul di atas ini sama sekali bukan kesimpulan suatu penelitian atau survey, apalagi yang teruji validitasnya. Bukan juga untuk menyombongkan sesuatu. Justru anggap saja saya sedang prihatin dengan diri saya sendiri, meskipun saya juga terinspirasi oleh salah satu dosen saya yang mengatakan bahwa beliau lebih kesulitan membahasaindonesiakan teks Inggris dibanding menginggriskan teks Indo (saya heran kenapa begitu).

Btw maaf juga kalau saya (karena beberapa alasan) menuliskan gagasan ini juga tidak dalam koridor bahasa Indonesia yang baik dan benar. Biar begitu ... tetap saja kan kita tidak bisa menghindar bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa kita. Suka atau tidak, dia tetaplah bagian dari identitas kita. :)

* salut untuk Bu Listiana Srisanti yang tidak hanya menerjemahkan Harry Potter, tetapi juga memindahkan cita rasa sastranya kepada tempat yang berbobot sama dalam bahasa Indonesia *

Wednesday, December 19, 2007

Jilbab adalah Perempuan

“And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; that they should not display their beauty and ornaments except what (must ordinarily) appear thereof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty, except to ...” Holy Quran. An Nur: 31


Ayat di atas adalah sesuatu yang harus saya tampilkan kepada orang tua saya ketika mereka sempat tidak memberi saya izin untuk memakai jilbab. Sebagai anak bungsu dari keluarga harmonis, seumur-umur belum pernah rasanya saya ada konflik sedalam itu. Alasan mereka adalah kuatir saya akan ikut aliran-aliran yang tidak jelas. Padahal persediaan jilbab saya sampai sekarang warna-warni begitu. Untung semua itu sudah lama lewat dan saya kembali dapat hujan cinta dari mereka :)

Sempat sedih juga, tapi waktu itu saya sudah mantap. Ini kesekian kalinya saya berniat berjilbab dan kali ini harus terwujud. Panggilan dari Allah membuat saya bersiap untuk merelakan kalau ada sesuatu yang memisahkan saya dengan orang tua.

Sok dramatis, hmm ... saya kira saya bukan satu-satunya yang mengalami hal seperti itu ketika mengawali komitmen berjilbab. Masih mending saya hanya ada konflik di rumah (dan happy ending pula!). Banyak kan muslimah yang sampai dicurigai bahkan tidak boleh sekolah hanya karena jilbabnya (terutama di masa 80 dan awal 90-an dulu). Mereka tetap bisa melewati segalanya dan merekalah yang menginspirasi saya.

Salah satu kenangan terindah saya dengan almarhumah ibu angkat saya (Ma, wo xiang ni :) ... ) yaitu ketika beliau mengajak saya meliput peragaan busana muslimah di salah satu hotel terkemuka di Jogja. Guest star malam itu adalah Ratih Sang. Dia membacakan puisi yang panjang, tetapi inti yang paling saya ingat adalah bahwa jilbab yang wujudnya hanya selembar kain itu, yang ukurannya tidak seberapa, ternyata perannya sangat besar, bahkan mampu menjaga kita sampai saat berjumpa dengan-Nya di hari akhir nanti.

Bicara soal jilbab memang sesuatu yang sensitif bahkan di kalangan perempuan sendiri. Tanpa bermaksud sok-sokan apalagi menggurui, menurut saya jilbab itu bukan sekedar kewajiban, akan tetapi sudah menjadi fitrah seorang perempuan. Perempuan mana sih yang nggak cantik? daaan ... pasti setuju dong kalo dibilang kecantikan itu sesuatu yang berharga?

Dengan pengetahuan saya yang sangat terbatas ini, kadang saya memikirkan beberapa contoh:

Kita selalu pake kosmetik, pake aksesori, pake barang-barang yang bagus buat kepentingan fashion kita

Bisnis kecantikan itu ladang yang ngga pernah kering

Dokter (dan terutama drg) selalu mempertimbangkan aspek estetika

Itu semua membuat saya berpikir lagi: berapa banyakkah yang setuju kalau saking berharganya kecantikan itu, harusnya kecantikan itu hanya diperlihatkan pada kalangan tertentu saja?

Bayangkan kita punya cek 500 juta Euro (dollar amrik kan pamornya terancam turun :p). Apakah kita akan jalan-jalan ke mana-mana sambil mengibas-ngibaskan cek itu ke setiap orang yang kita temui ataukah kita simpan di brankas dan hanya kita beritahukan ke orang yang benar-benar kita percaya?

Sebagai sesama perempuan, saya sangat memahami kalau ada banyak muslimah yang masih keberatan untuk memakai jilbab. Itu karena saya yakin bahwa jauuuh di dalam hati mereka sebenernya mereka ingin, cuma ada yang menahan keinginan mereka. Dari kebanyakan teman-teman saya yang curhat tanpa sengaja, mereka belum pakai jilbab karena merasa belum ”berkelakuan baik”. Mereka bilang mereka kuatir malah bakal memperjelek citra jilbab dengan keadaan mereka yang sekarang.

Well, padahal salah satu yang bilang kayak gitu itu temen saya yang IP-nya excellent, jadi asdos dua mata kuliah, berbakat memimpin, bahkan pelatih ekstrakurikuler di SMA-nya. Suatu catatan yang sangat layak disebut prestasi, saya sendiri jadi minder pokoknya. Menurut saya sih tidak ada dari dia yang membuat dia ”tidak pantas” memakai jilbab :)

Pasti bukan cuma saya yang ketika melihat relasi yang biasanya tidak pakai jilbab lalu tiba-tiba pakai (walaupun dengan alasan insidental) jadi merasa kalau mereka lebih cantik dibanding biasanya.

So, lovely sisters ... sekali lagi saya bilang saya bisa memahami alasan kalian kalau itu sama dengan teman saya tadi. Cuma ingatlah bahwa hidup (selamanya) adalah proses yang siapapun pasti akan mengalaminya. Kalau kita sudah berjilbab pun harus selalu introspeksi dalam banyak hal. Jadi jangan pernah takut untuk memulai. Justru dengan memulai dari sekarang, dari level apapun itu, kita akan melangkah pada jalan yang lebih jelas arahnya.

Kalau harus memilih salah satu: ce berjilbab yang kelakuannya ”kurang baik” dan ce tidak berjilbab yang kelakuannya ”baik”, saya akan memilih yang pertama. Seperti kita tahu, jilbab adalah bagian dari syariat. Betapapun itu, ketika dilakukan, ada pahala ketaatan yang tercatat untuk itu. Tentu saja, kalau harus memilih lagi, kita semua tahu best choice-nya kan? ^_^

Dulu ketika saya akan membuat komitmen ini, jelas ada ketakutan kalau-kalau suatu saat nanti saya akan bosan dan berhenti memakai jilbab. Ketakutan itu saya tepis dengan tiga kata dari merk produk terkenal: just do it. Saya pikir, toh jilbab hanyalah baju. Dan waktu itu saya sendiri berpendapat tidak apa-apa kalau kita pakai jilbab sekali-sekali saja (tidak secara konstan). Dulu? Kalau sekarang? Saya masih setuju kok, dengan cara itu frekuensinya bisa ditingkatkan, sampai kita merasa ada yang kurang kalau kita tidak pakai jilbab.

Intinya, buat teman-teman muslimah yang sudah berani berkomitmen, saya ikut seneng dan insya Allah ”hadiah” untuk itu sudah menanti. Untuk yang belum, peliharalah niat yang ada di hati kecil kalian ini, sambil terus nambah wawasan lagi, biar kita semakin paham betapa Allah ingin melindungi kita yang sangat disayangi-Nya.

Hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui :)

image was retrieved from this url.

Friday, December 7, 2007

Mau Apa di Tahun 2008

Dapet PR lagi niih, kali ini dari Mbak Gies; the blog sister who is also a dentist and to whom I lately talked to, about my daily (and freaky, hahaha) school life. I thank you a lot, sista’! Hehe, aslinya malu saya ngomong soal ginian lhooo :p

Actually I’m not a kinda “resolution” person but I think sometimes it’s important for us to have a better look into our destination. So, here is my “8 points” list.

In 2008 I plan to:

  1. Cook more frequent, not only boil and fry but also steam and bake, can’t leave the fact that kinds of beverage are potential to be varied. Just wait for my next maneuver, hahaha!
  2. Rather than backpacking; I just wanna take a trip to Jakarta, Bandung, or Semarang alone. I used to go with my parents around ... yeah you know, kinda curse for a mommy’s little girl like me, hohoho
  3. Be a better teaching and lab assistant for my lecturer and surely for my younger schoolmates
  4. Continue to learn Chinese (sure what I mean is Mandarin/HanYu, can’t hardly imagine Cantonese and the other sublanguage :p) although I wonder will I again attend a class
  5. Even a lazy one like me should get deeper into things I learn through school, right? Haha, what else can I say?
  6. Go to school in “batik” wearing! Why not? Hm, ...
  7. Then I cannot forget that 2008 would be my time to (again) arrange a research, I wish the proposal will work and surely this time I should pay much more attention into every step of it.
  8. What else? Um ... can I save this 8th spot for myself? Whoa, it’s a secret of me!

Yeah, as you see, nothing’s extravagant in my list. I just wanna do what I haven’t done and what I haven’t finished yet :)

So, what about anybody else’s thoughts?

I’d like to tag my highschool classmates Aryo (meh digawe sing filosofis yo ra popo, cah! :p) and Titish (bikin novelmu jadi cetakan ke-10, mbak! Hehe, amin), tadinya mau ke rockin’ smartgirl Arthit a.k.a Futsu Chan tapi ngga jadi karena dia udah posting resolusi dengan gayanya yang cerdas seperti biasa, and last but not least Mr. Busy-at-Works Mas Didiet. Eh, ... kalian ada waktu buat ngerjain ini nggak ya?

Here’s the point: if you think that resolution is too ‘corny’, remember that you can surely change this theme into “things you predict that would appear in 2008” so you can simply match your blog’s main theme :) otherwise ... just take it as easy as you can ^_^ 8 is not an absolute number. thanks in advance

Friday, November 23, 2007

Welcome back, Jay!

I know this one is not like things I used to write about, but lemme just celebrate something, hahaha ...

Seems like my lucky weeks lately; three of my idols release their latest album. Wang Lee Hom starts the line in July with his Change Me. Following him is Super Junior with Don’t Don, and finally ... the biggest thing I’ve been waiting for ... Jay Chou’s On the Run!

He seems avoiding the “what took you so long” question with the Chinese title “Wo Hen Mang”. I wonder why both of those titles is not 100% equal; instead of "on the run", wo hen mang simply means “I am very busy”. What makes him so?

I do understand that as a multitalented artist (he is not only a singer but also a musician, a composer, an actor, and now a director plus scriptwriter; yawn!) he should has a lot of things to do. But as an entertainer starting his career through singing, shouldn’t he put his album in the first list?

The title is a bit too colloquial for me but let’s just have a better look...

I’ve been looking for his newest move for quite a while :p When he helped Vic Zhou in his Wo Bu Shi F4 (“=I’m not F4”—this is yet another cool topic to talk about although I'm simply not Vic's fans), I thought the project will again postpone his own album, but I’m glad that the fact is on the contrary.

OK ... now, what about his album? Oh boy, I watched his music clip and I just staggered how his promotional track being visualized like that. Well, his cowboy-style composition is one thing (fine, the banjo makes a nice country style intro...), but the clip ... oh no, why are there so many pink colors there? As an ordinary girl I don’t even fond of that kind of shocking pink!

Look at the cover, again he posed in his gallant mimic (Please note that I'll never make any comment about his physical appearance, no I'm not those kinda screaming fans). I think this style was suitable for his previous albums (e.g. November’s Chopin and Still Fantasy) as the picture were captured in such minimal lighting. But this time ... gimme a break, he was sitting on a pink carousel horse! Didn’t he think that a little joyful smile would fit the setting?

However, don’t misjudge me; I still honor him as a real idol regarding his previous record. Perhaps I just need to listen again and I’d get the same pleasure just like when I listen to Lee Hom and SuJu :) through this album, I recommend Tian Tian De (Sweet) and Yang guang zhai nan (I-like-it-I-like-it-I-like-it).

Deeply think, I like Jay much better when he sings low-tempo songs, especially when he adds strings in the arrangement (‘cuz I love to hear strings a lot!). And sure I’ll chase his “Secret” movie. ^_^

Monday, October 22, 2007

My Fried Rice: Antara Jamur dan Keju


Dunia ini hampa tanpa nasi goreng. Ya dong, hahaha! Lama nggak makan, yang bikin saya tambah kangen nasi goreng adalah gara-gara teman saya nyebutin daftar menu di kantin kampusnya, yaitu macem-macem nasi goreng; ada nasi goreng cendawan, ada nasi ayam hainan ... dan lain lagi yang bikin ... slurp. Eh, yang nasi hainan itu bukan nasi goreng ding! Itu kan nasi tim.
Anyway, bersoraklah saya ketika ternyata ibu saya menyimpan jamur tiram di kulkasnya! Jamur tiram ... itu lho, jamur yang putih-lebar. Biasanya dia cukup praktis dengan hanya dicampur ke mie instan, tapi kali ini ... yups, bikin nasi goreng!
Sisa cerita bulan puasa nih, malem itu pas mau sahur saya langsung meloncat ke dapur: ambil jagung manis, wortel, bawang daun-seledri, dan tentu saja nasi berikut tamu istimewa kita: jamur. [Bumbunya: bawang merah, bawang putih, merica, garam, plus sedikiiiit aja irisan pala].
Oke deh saya ngaku: pake cabe merah juga, satu aja. Hehe, ngga sampe bikin pedes kok, makanya masih doyan. Ini step-by-step nya, gampang lhoooo
Part one 1 Jagung disisir sampai lepas bijinya, 2 wortel diiris halus-memanjang, 3 haluskan semua bumbu. 4 Iris halus juga bawang daun dan seledrinya. 5 Jamurnya? Potong kecil, terserah deh bentuknya.
Part two 1 Nyalakan api, tumis bumbu sampai berbau harum, masukkan jamur dan aduk-aduk. 2 Semenit kemudian masukkan jagung dan wortel, aduk sampai wortel lemas dan jagung kelihatan lebih cerah. 3 Baru deh tambahkan nasi. Aduk dengan tambahan kecap. 4 Kalo [bumbu-sayur-nasi] udah tercampur, matikan api. Tambahkan duet bawang daun-seledri, aduk lagi.
Selesai? Blom! Finishingnya: sebelum kita taburi bawang goreng, "tutup" dulu permukaan nasi pakai parutan keju. Yum-yum-yum .... sakti deh kejunya, bisa bikin paduan [kenyalnya jamur + renyahnya jagung] jadi tambah gurih.
Say "cheese"! Hahaha ...


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Thursday, October 18, 2007

Palestina-israel dalam sains

Ngaduk-aduk situs Nature (jurnal ilmiah bergengsi yang nggak bisa saya akses artikel penelitiannya karena harus bayar mahal), nemu juga deh salah satu blog redaksinya. Judul halamannya Nautilus. Meskipun alamat urlnya telah dirombak sedemikian rupa, dari style-nya kok kayaknya akrab di mata: Blogspot bangeeet.

Salah satu artikel yang memaku mata saya di tengah kantuk yang menyergap berjudul Promote Peace Through Science. Artikel ini menyorot keberadaan organisasi Israeli-Palestinian Science Organization (IPSO). Didirikan tahun 2002, organisasi ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antarilmuwan dari kedua negara tersebut.

Bener-bener untuk kerja sama, hibah yang diberikan oleh IPSO mensyaratkan penelitinya harus berupa tim (yang anggotanya) dari kedua negara. Berdasarkan mission statement-nya, IPSO berpendapat bahwa kolaborasi melalui bahasa universal ilmu pengetahuan yang melibatkan orang-orang yang bekerja sama sebagai partner yang setara (selain) akan memberikan hasil praktikal juga akan meningkatkan personal trust dan persahabatan.

Hmm, agak belibet yah. Ini ngutipnya aja udah saya ringkas :) yah, memang sih menurut saya info ini memancing skeptisme juga.

Ngomong-ngomong nih,Ayatullah Khomeini, tokoh Iran yang disegani, kemarin dalam khotbah sholat Ied-nya yang juga didengarkan dengan khidmat oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad, manyerukan umat muslim untuk memboikot konferensi Israel-Palestina, yang dimoderatori oleh AS, karena dianggap lebih berat kepada kepentingan Israel.

My brothers and sisters in Palestine, I’d always wish the very best for your peace.

Monday, October 8, 2007

Apa Kabar Tutorial Kedua?

Asisten jangan terlambat. Kata-kata itu ... yang
sempat ditulis beberapa teman di kelompok tutorial
pada lembar kritik dan saran terngiang-ngiang di
telinga saya. Langkah saya jadi makin cepet ke kampus.
Wii ... empat puluh lima menit buat mandi plus
siap-siap setelah praktikum tu ternyata singkat! Hm,
sorry guys, ga enak bikin kalian nunggu.

Sore itu saya ada janji dengan teman-teman peserta
mata kuliah faal oral untuk tutorial. Gara-gara jam
kuliah mereka ini tabrakan dengan kuliah biologi mulut
saya, jadinya saya hanya bisa menjalankan tugas
asisten di luar jam kuliah, ya di sore hari begitu.
Kali ini, tutorialnya sampai ke yang kedua kalinya.

Berbekal naskah skenario kasus yang diberikan dosen,
bahasan kami mulai mengalir. Wah, teman-teman, kalian
semangat sekali ... hebat deh semua udah nyelesain apa
yang jadi bagiannya masing-masing. Diskusi berjalan
dengan rapid. Nadya yang jadi ketua kelompok kali ini
bisa membawakan arah diskusi dengan baik (salut deh,
Dik. Padahal di diskusi kemaren kamu absen sakit
kan?). Presentasi, pertanyaan dan tanggapan mengalir
dari satu peserta ke peserta lain dengan baik. Peserta
lainnya yang bukan adik kelas saya juga kooperatif
(nggak papa kan ambil faal oral untuk kedua kalinya,
tetep semangat mbak! saya juga ada kok mata kuliah
yang saya ulang). Saya malah dapet info-info baru dari
mereka (hehe, makasih yaaa ... kalian keren deh)

Nggak terasa, semua learning objective yang
ditargetkan sudah didapat, sampai-sampai saya
tercetus, "Udah semua ya? Yah, kok cepet sih...
ngomongin apaan lagi gitu yuk."
Hehehe, asisten
yang ketagihan.

Setelah sedikit memberi overview di penghujung
diskusi, pertemuan itu kami tutup dengan saling
memberi ucapan selamat berlebaran. Hm, jadi inget sama
kalimat yang saya ucapkan ketika wawancara lowongan
asisten dulu, tentang apa alasan saya pengen jadi
asisten. Saya bilang, ketika jadi peserta dulu saya
sangat menikmati diskusi tutorial faal. Tapi ketika
saya bener-bener jadi asisten, bahkan saya tidak
menduga kalau ternyata it's much better than
that!
I love this duty, I really do.


___________________________________________________________
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it
now.
http://uk.answers.yahoo.com/

Saturday, October 6, 2007

Harap bersabaaar

Rekan-rekan semua ... (Mbak, Mas, Adek, Kakak). makasih banget yang udah ngelink inda terutama selama hiatus kmaren :) maap ni lagi berada di area abu-abu antara hiatus dan tidak, hehehe ... mohon bersabar untuk link baliknya. insya Allah beberapa hari ini bakalan beres. Keep in touch!
Oh ya, selamat mempersiapkan lebaran ... jangan lupa ibadah tetep kenceng yaaa :)

Monday, September 24, 2007

Cuti ....


let's click this ... thanks in advance :)

Saturday, September 22, 2007

Lebih Jauh Lagi tentang Aneh-anehnya Inda

Akhirnya ... ada juga yang ngasih saya PR. Iseng buka blog saya yang satunya lagi, nemu deh pesan dari Mbak Delia. Tru hari ini dapet juga dari mas Didiet. Well, disuruh nulis 8 habits ... sempat bingung juga. Apa sih yang bisa dibanggain dari seorang mahasiswa yang kerjaannya cuman kuliah dan praktikum? (wuaaaa ... hidup memang kejam ;p eh, biasa aja ding!)
 
Untungnya 8 habitnya bisa diisi facts juga. Baiklaaah ... here we go:
 
  1. kayak dr.Vina, saya selalu gosok gigi sebelum tidur. Kebiasaan yang dipaksain ortu dari kecil, tapi sekarang kerasa juga manfaatnya. Hehe, dulu awal-awal masuk FKG suka heran kalo ngelihat foto penyakit gigi yang aneh-aneh. Komen saya pendek aja, "Ya ampun ni oraaaang ... disuruh gosok gigi aja susah beneeer. Kalo udah gini kan repot," hehehe, maklum komentar seorang junior. Pernah sih tidur nggak gosok gigi, tapi kayaknya sekitar 97% (tanggung angkanya :p) tidur saya selalu diawali gosok gigi.
    ada manfaatnya juga lho, salah satunya saya nggak pernah sakit gigi! Pernah juga kepikiran, gimana sih rasanya sakit gigi (hehe, kayak iklan dulu itu)
  2. nggak bisa makan pedes. Ada sih pengecualiannya, tapi soal yang satu ini, konyol-konyolnya bisa dibaca di sini. Hehehe.
  3. tikus, kecoa, ulat, ular (asal jangan yang gede) ... biasa aja tuh. Tapi kalo sama ayam, bebek, angsa, merak ... wiii, lain lagi ceritanya! Hehehe, aneh tapi nyata. Gak tahu ya, ngelihat bulunya yang totol-totol ngga jelas gitu ... uuh, saya minggir aja deh. Tapi kalo udah dicabutin bulunya sih okeee ... masak yuuuk :p (masak merak? xD)
  4. yeah, I enjoy cooking very much! Amatir? Jelas dong, tapi kalo ditinggal sendirian di rumah nggak ada masalah soal makanan lah, kan bisa bikin sendiri ^_^ tinggal ibu saya yang pusing karena dapurnya saya berantakin :p
  5. (hampir) tiap hari dengerin Jay Chou! Huehehe ... padahal Still Fantasy-nya udah rilis setahun lalu yah? Saya sukanya juga blom ada 4 bulan-an, sejak nonton Curse of the Golden Flower itu. Kenapa suka dia? Hm, soal tampangnya sih ... somewhat lah. Saya suka aja sama komposisinya. Heheh, semangat juga nih kalo ngomongin dia. Ga tau ya, dari dulu tu kalo saya udah suka sama satu musisi, awet ngefansnya. Sampe sekarang aja masih suka The Moffatts, dan masih selalu dengerin track mereka juga! Fanatik ato kuper nih? ;p
  6. nggak bisa pake perhiasan. Kecuali anting-anting, semua pasti bikin kerasa gataaal banget dan bawaannya mau lepas aja. Alergi? Wah, blom pernah tes, tuh. Pokoknya, cincin-gelang-arloji .... waaaw, buat kamu ajaaa! (iklan banget) nggak tahu nih tar kalo merit gimana, mungkin saya bakal bilang, "Nggak usah pake tukar  cincin, kasih mobil aja," Wuahaha .... ups! Itu sih dipikir entar aja laaah ...
  7. berhubungan dengan no 4: suka ngumpulin wallpaper bergambar ... makanan. Huahaha ... silakan mengejek saya sepuas hati. Yang jelas saya suka lihat-lihat foto makanan, soalnya kan bisa jadi sumber inspirasi juga: komposisinya, dekorasinya, dan nggak ketinggalan: angle pemotretannya!
    soal jadi kepengen makan ato nggak, sejauh ini masih terkendali tuh (halah, kayak apaaan gitu)
  8. agak berhubungan dengan no.1: saya rutin ke drg, dua minggu sekali. Hah? Bukannya disaranin enam bulan sekali? Begini, sahabat. Masalahnya saya pake kawat gigi dan drg saya itu masih perlu banyak mengutak-atik gigi saya. Seberapa parah sih? Well, kalo temen lain sih bilangnya gigi saya udah rapi, tapi dokter saya tentu punya pendapat beda. Nantinya sih juga nggak sesering itu check up-nya. Serem? Ah, ngga sakit kok :) Lagian malah asik sering-sering ketemu beliau. Habisnya drg saya itu orangnya motherly bangeeet
 
hum ... kok delapan poin itu jadinya banyak ya? Duh, kalian kok baik banget sih mau baca yang satu ini? Ini kan info2 dari seseorang yang nggak penting (humm ... terharu, halah!) Tapi kalo niat kalian buat ngeledekin saya, nah pas banget tu, hahaha ...
 
okeee ... satu lagi yang musti dipikirin, diterusin ke siapa ya? Saya jadi mikir juga, soalnya kan nggak semua orang lagi punya waktu luang, udah dapet PR sejenis dari orang lain, dan jangan-jangan postingan kayak gini menyimpang dari idealisme tema blog mereka. Tapi kan asik juga jadi kenal lebih baik ke orang ybs itu ya ...
Bismillah, saya mau nerusin tag ini ke:
 
Mbak Desi, kakak kelas SMA-ku yang baik hati
Mbak Aura, kenalan baru yang wise, imut, n serba pink
Kak Hartman, dokter gigi muda di UNPAD yang suka puisi tapi suka becanda juga
Yaya alias Ayudhia, temen yang selalu sekelas sama aku di SMA
Mas Hatta, yang namanya sama kayak idola saya
Yani, adek kelasku yang baik, rajin belajar lagi
Kak Sammy, yang postingannya selalu ngasih semangat buat audiensnya
Mas Abi, kakak kelas SMA juga. Hayooo, mas harus mau, hehehe ... harus lucu juga!
 
Have fun, deh! Makasih sebelumnya. Oh iya, untuk rekan-rekan blog lain yang belum saya sebutin tapi mau ikutan kayak gini, boleh banget lho. Silakan posting dan setelah itu kasih tahu saya, insya Allah pasti saya reply.
jangan lupa pasang juga rules berikut ini

1.
Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read your blog.

Home works is done, now is your turn my buddies.


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Thursday, September 20, 2007

Chicken Creamy Soup: Milky ... yet Crunchy!

Daripada pusing mendingan masak aja biarpun masih belajar juga sih. Yang satu ini saya bikin paradox: masakan berkuah tapi ada renyah-renyahnya. Ini karena daging ayamnya saya goreng pakai tepung bumbu sampai garing.

Aslinya ini gampang banget lho, soalnya bumbu dasarnya masih cuma bawang putih-merica-garam. Lebih praktis lagi, saya pakai bawang dan merica dalam bentuk bubuk. Pokoknya tinggal tuang, deh.

Isi supnya: bisa aja kita tambahin kacang polong, jagung manis, jamur, ... tapi kali ini saya cuma ngasih kentang dan wortel yang dipotong dadu dan irisan melintang bawang bombay (jadi bentuknya kayak gelang, gitu). Itu aja, lagi males kebanyakan isi, hehe ... . Soalnya yang kayak gitu aja udah bikin kenyang banget.
Jangan lupakan irisan tomat, karena cita rasa asamnya justru bikin "kaya" (halah!).

Alright, jadi urutan masuknya adalah: ayam-bumbu, didihkan pada 3 gelas air. Keluarkan daging, dinginkan. Potong kecil-memanjang, campur dengan tepung bumbu, goreng dengan minyak panas.

Kaldu yang tadi (air rebusan daging) dimasuki sayur, didihkan sampai lunak. Masukkan bawang-tomat. Naa ... formula milky and creamy-nya kita dapatkan dari segelas susu cair yang dicampur sesendok makan tepung maizena.

Aduk pelan-tapi-terus selama satu menit supaya susu nggak "pecah".

And ... voila! Sajikan pada mangkuk, taruh gorengan ayam di atasnya, hias pake daun parsley. Yummy? Hmm ... don't try this at home, hahaha ....

Cuma satu yang bikin saya bingung sendiri: kok sepintas dia jadi mirip bubur ya? xD
Btw-btw-btw ... ada yang bisa ngajarin soal fotografi makanan? Hehe, serius nih :)


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Saturday, September 15, 2007

Dokter = Pemimpin = Guru?


Ketika saya membuka-buka milis Forum Lingkar Pena, saya temukan postingan Pak Erwin Arianto berjudul Menjadi Pemimpin Sejati.
Postingan itu mengisahkan perbandingan antara tim Roald Amundsen dengan kompetitornya untuk menjelajahi kutub selatan. Singkatnya, Amundsen mendahului kompetitornya itu untuk mencapai kutub selatan satu bulan lebih cepat, bahkan bisa kembali dengan selamat, berbeda dengan nasib kompetitornya yang tragis. Itu semua karena kepemimpinan yang baik dari Amundsen dalam mempersiapkan segala keperluan timnya.
Cerita yang mengesankan. Meski begitu, bagian di situ yang paling membuat saya tertegun malah quotation dari John C. Maxwell, "Ibaratnya: siapapun dapat mengemudikan kapal, namun hanya pemimpin yang dapat menentukan arahnya."
Saya jadi teringat kuliah ilmu konservasi gigi minggu lalu. Dosen kami membuat kami merenungkan satu hal penting: apakah yang membuat seorang dokter berbeda. Jawabnya adalah kemampuannya untuk mendiagnosis keadaan pasien. Dia menentukan strategi apa yang selanjutnya perlu dijalankan. Sedangkan untuk pelaksanaannya, seorang dokter boleh mendelegasikan kepada pihak lain (misalnya perawat, tenaga lab, petugas radiologi, dsb).
Tetapi, pengambilan keputusan dalam diagnosis itulah yang menjadi hal pokok. Dari berbagai tanda-tanda yang terdapat pada pasien beserta keluhannya yang sering lebih dari satu, seorang dokter akan mengambil kesimpulan dalam bentuk diagnosis. Itu karena seorang dokter tentunya telah menguasai teori-teori dasar dan memadukannya untuk mengatasi kasus.
Tentu saja, kemampuan kognitif seorang dokter itu bukan sekedar untuk gaya-gayaan. Tetap saja, usaha untuk menyehatkan pasien perlu melibatkan pasien yang bersangkutan. Maka masih ada hal yang perlu diperhatikan. Seorang dokter perlu juga memahamkan mereka akan sesuatu yang mengubah perilaku mereka untuk hidup sehat.

Dokter = guru
? Saya sendiri terkejut ketika membaca esai Dr.Howard Farran dari dentaltown.com, yang memberitahukan bahwa terminologi doctor berasal dari bahasa latin docere yang berarti guru. Itulah sebabnya seorang dokter harus juga bersikap rendah hati dan tidak sok tahu terhadap pasiennya, karena hal itu mungkin hanya akan menjadikan usaha terapi jadi tidak tepat sasaran,

Memahami dan dapat dipahami ...
tidak mungkin dong seorang dokter bilang, "Mari pak, saya suntik dulu. Siapkan muskulus glutealisnya dan bapak berbaring pada sisi lateral". Hahaha, ini adalah anekdot yang saya dapat dari diktat anak FK UGM. Kalimat itu memang sedang dalam "kampanye" untuk calon dokter agar menjelaskan maksudnya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Untuk kami yang di kedokteran gigi, Dr. Farran juga menekankan, "
If your momma doesn't use it, just leave it! Mana mungkin sih mamamu bilang, 'geserlah ke sebelah distal dari tempat tidurmu, ngapain sih kamu dari tadi diem aja di sebelah mesial'?" Hahaha ... arti mesial dan distal itu biarlah jadi milik kami dulu (tapi kalo penasaran banget boleh nanya kok :p). Intinya, jangan sampai kita malah bikin pasien jadi ngantuk (atau malah sebel) dengan penjelasan kita.

Kembali Dr. Farran mengingatkan sejawatnya, pembacanya, bahwa
anda memang sang dokter di klinik anda, tapi guru yang terbaik bagi pasien anda mungkin justru bukan anda. Mungkin perawat yang membantu anda atau malah resepsionis anda. Saya rasa itu dorongan yang bagus sekali untuk menjadikan kita bersikap lebih mawas diri (deww ... mawas diri? jadi inget nasihat dosen yang lain).

Jadi, seorang
dokter--pada banyak situasi--bertindak layaknya pemimpin sekaligus guru. Hmm, bahan renungan nih ... buat bekal saya beberapa tahun lagi (insya Allah ... hehehe).


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Saturday, September 8, 2007

Sisa Bulan Sya'ban ini ....


Ramadhan tinggal menghitung hari ...
Siapin diri kita yuk, mental dan fisik. Selain menggiatkan sholat sunnat dan tilawah (baca al Quran, gitu :p), salah satu ibadah yang bisa kita lakukan sambil menunggu datangnya bulan suci adalah memperbanyak puasa ... bisa puasa Senin-Kamis atau puasa Sya'ban.

Puasa sunnat yang satu ini banyak hikmahnya juga lho, di antaranya sebagai ajang latihan kita buat menghadapi puasa sebulan penuh nanti. Karena sunnat, kalo kita nggak kuat or karena sebab lain, di tengah hari kita bisa batalin. Tapi memang sih, yang paling bagus ya puasanya kita pertahankan sampai saat berbuka tiba.

Itu buat awal-awalnya, tapi pastinya puasa hari berikutnya bisa lebih kuat dong :)
Harus semangat ya! ^_^ Marhaban yaa Ramadhan, mari berlomba beribadah ... mohon maaf lahir dan batin.

(terutama buat rekan-rekan blog yang sering aku repotin pake komen2 ngaco bin ajaib-ku ... mohon maaf ya. jangan bosen jadi temenku)

image retrieved from http://www.kerala.com/kerala_festivals/images/ramadan1.jpg

Saturday, September 1, 2007

[REVISED] Ooh ... kayak gini rasanya di-interview!

mari kita buat daftar:
- resiko tricky question yang bukan cuma resiko tapi beneran ada
- biarpun awalnya nggak nervous tapi akhirnya nervous juga (muka panas sesudah keluar dari ruang ... )
- ngerasa "kecil" sama temen sesama interviewee

ada lagi? ni sekedar curhat dadakan dari lokasi kejadian ... hehehe, namanya juga amatir :p

Naaah .... hari ini (3/9) saya mau merevisi perasaan saya kemarin itu (bentar ... revisi apa? sok2an ... :p). Jadi singkatnya, ... saya akhirnya dibolehin bergabung ke tim asisten praktikum dan tutorial untuk mata kuliah faal (fisiologi) dasar dan faal oral. hahaha ... alhamdulillah.

Special thanks buat yang udah komen di postingan saya yang Interview ... itu: dr.Vina, Atalya, Aryo, Adite, dan yang komen juga di postingan ini sejak sebelum direvisi. Ayo komen lagi, syukuran nih :p

jadi, berikutnya aku musti fight sama tugas2 asisten & tutotial itu ....

Thursday, August 30, 2007

Karena Kacang dan Es Krim

Banana split ini cuma nebeng nampang aja kok, hehehe ...

Saya beruntung tidak punya alergi terhadap makanan tertentu. Jadi, sekalipun saya tidak terlalu fanatik terhadap dua benda di atas, tetap saja kalau disediakan saya langsung menyantapnya dengan senang hati.

Tak terkecuali sore itu, ketika saya sedang berada di salah satu tempat kesukaan saya: rumah kakak. Dengan baiknya dia selalu menawari saya makanan apa saja yang tersedia di sama, suatu perbuatan yang sia-sia karena sebetulnya ditawari atau tidak pun tetap saja akan saya makan :p Yampyun ... toh itu rumah saya juga kaaan ... :)

Saya hanya tertawa ketika dia bilang, "Dek, makan nih ... kacang batu," metafora untuk kacang kepunyaannya yang keras bukan main. Meski begitu, saya mengambil kacangnya yang lain, yang ternyata tidak cukup hanya saya cicipi saja, bahkan saya ambil lagi-dan-lagi. Tampaknya saya tertular selera suami kakak saya yang memang kacangmania. (ups! Kacangfil ... Aryo, Titish :p)

Beberapa saat sesudah itu, kakak saya menambahkan, "Dek, di freezer ada es krim, lho." Betul juga, ketika saya kejar ke kotak pendingin itu, saya temukan tiga warna orange-biru-pink yang menggugah selera. Yum-yum-yum!

Ini bukan soal berat badan, guys! Yang satu ini sih jarang saya pusingkan karena toh indeks massa tubuh saya hanya beberapa digit di belakang koma melewati batas normal 25 (jadi, cuma dua puluh lima koma sekian, gitu :p ngga terlalu gendut kaaan). Yang lebih penting, saya harusnya sedang berdiet tidak boleh memakan makanan keras ataupun bersuhu ekstrim, setidaknya selama 24 jam.
Sebab, pagi hari sebelum sore yang mengenyangkan itu, saya baru saja memasangkan salah satu komponen kawat gigi saya yang sebelumnya terlepas. Komponen itu namanya bracket, yang sepintas tampak seperti butiran kecil, direkatkan pada gigi untuk memegangi kawat pada alurnya.

Karena kenekatan saya memakan "makanan ekstrim" ini, dua bracket yang terpasang pada gigi belakang terlepas lagi. Saya memang sempat menyelamatkannya sebelum bracket itu tertelan dan membuat kocek saya terrogoh lebih dalam, tapi masalahnya masih tetap ada.

Sekarang ujung kawat gigi saya seperti tak punya tambatan (halah, ... padahal bukannya "seperti" tapi kenyataannya memang begitu :p). Dari depan sih tak ada orang tahu, tapi di belakang ... makin bebaslah kawat ini bergerak, membuat sariawan kecil di beberapa titik. Lumayan juga ... sakitnya, hehehe.

Pasien bandel ... aha, saya jadi ingat kisah teman saya, Ninung, yang sudah melepas kawat giginya, mengenai pengalamannya dulu. Waktu itu dia baru saja pulang dari dokter gigi untuk memasang kawat giginya. Entah bagaimana dia begitu nekad, langsung saja makan apel. Mending kalau diiris dulu sampai kecil-kecil, yang ini langsung digigit bulat-bulat! Haduh ... susah membayangkannya.

Padahal ketika saya baru memakai kawat gigi dulu, rasanya makan nasi saja tidak bisa. Wajar saja pada kasus teman saya itu semua bracketnya langsung terlepas (!) dan dia buru-buru balik ke dokternya lagi.
Makin repotlah dia ketika kemudian dia harus ikut pesantren kilat, menginap beberapa hari di tempat yang bukan rumahnya sendiri. dan terpaksa mengikuti menu yang disediakan panitia. Sudah begitu, katanya rasanya bertambah sakit (giginya atau hatinya?) karena ternyata gebetannya suka sama ce lain! (kikiki ... agak ngga nyambung ni, ada2 aja!)

Yah ... beginilah nasib pasien ortho (yang bandel). Hmm ... menghitung hari menuju waktu check up periodik terdekat nih.

*pictures of oral appliance are taken from the list provided by orthodonticsproductsonline.com *


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Tuesday, August 28, 2007

Interview (not) with the Vampire

Humm ... judulnya memang sengaja dibikin asal banget, hehehe ... makanya marilah kita tidak acuhkan saja demi mengetahui apa isi artikel ini yg sebenernya.

Jadi gini friend ... kmaren ada suara yang memecah keheningan malam di saat aku tumben-tumbenan tengah malem sholat tahajjud (sekalian begadang, mumpung masih ada tenaga :p). Itu ... ada sms masuk. Kirain siapa, taunya dia bilang, "Masih ... jangan lupa dateng ke interview hari Sabtu, 1 September 2007 ... bla-bla-bla."

Owww nooooo ...! senengnya aku.
Lah emangnya knapa?

Itu karena berita ini bagaikan air nyiram tanah kering, nge-refresh semuanya deh. Siangnya tu aku lagi bete banget karena beberapa hal, tambah bete lagi pas lihat Friendster-ku, ternyata ada pesan yang masuk sejak hari Jumat, bilang ada LOWONGAN buat jadi asisten Faal. Sebelnya, di situ ditulis TERBATAS dan harus daftar dulu via sms sebelum Senin jam 11.00 untuk interview hari lainnya, padahal waktu itu udah jam 11.30!

Fiuuuh ... dengan harap-harap cemas aku sms identitas singkatku dengan sebelumnya bilang, "Maaf, masih ada lowongan nggak ya?" Nggak langsung dibales sama mereka, ya udah aku mikirnya que sera, sera aja. Salahku juga sih pake telat lihat inbox segala.

Dan ternyata, huhuhu ... rejeki Allah emang nggak ke mana. Yang bikin aku tambah seneng tu, aku jadinya punya waktu 5 hari buat siap-siap (kirain bakal diinterview Selasa, guys!)

Hyaa ... gitu deh. Mmm ... sebenernya yang satu ini aku juga ngga brani berharap banyak soalnya pasti sainganku juga banyak yang lebih bagus. Cuma, gimana ya, dari semua ilmu kedokteran dasar kayak anatomi, biokimia, dll ... kayaknya yang paling aku suka tu ya Faal alias Fisiologi itu. Emang sih kesannya proses-proses dalam tubuh tu bikin ngantuk aja saking rumitnya. Nah gimana lagi, buktinya nilaiku yang bagus tu ya cuma di situ :) Masih ada lagi sih beberapa "walaupun" yang bisa jadi pikiran, tapi ya sudahlah .... Aku cukup seneng udah dikasih kesempatan.

Okeeey ... wish me luck ya. Targetku sih simpel aja, pengen bisa ngejalanin interview itu dengan proses yang bikin aku puas. Kalaupun aku ditolak ... wah, aku aja pernah seneng banget justru gara-gara proposalku ngga lolos seleksi :p ya, emang aneh sih.


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Monday, August 20, 2007

Komandan Peleton kok pake Kebaya?

Rasanya aku udah berabad-abad ngga pernah upacara lagi (deww … hiperbolisnaaa!) Mumpung masih suasana agustusan, ngomongin upacara SMA, ah. Biar gitu, buat aku upacara yang paling berkesan justru bukan tujuh belasan (bukan berarti nggak nasionalis lho ^^), tapi pas hari Kartini!

Hari itu, semua siswa pake baju daerah. Gak harus Jawa lho, dan boleh juga kalo kostumnya nggak etnik, pokoknya beda ama seragam harian. Makanya asik banget lihat temen2 pake kostum macem2 gitu. Kostum gituan dipake buat upacaranya.

Aku tu dulu ikut kesatuan baris-berbaris. Istilah kita: tonti (peleton inti), mungkin mirip dengan menwa yang ada di PT. Tonti di SMA kami namanya Bhapad—Bhayangkara Padmanaba. Anggota Bhapad semuanya ada 35 ce dan 35 co. Levelnya masih di bawah paskibra sih, tapi pengalamanku di situ juga berkesan, kok.

Back to the Kartini's Day, karena ini aslinya acara ce, maka tender petugas upacara pun bener-bener cuma jadi milik kami yang nggak punya kromosom Y ini :p. Aku inget, jadi komandan peleton. Ni beda sama pemimpin upacara lho. Jabatanku itu masih di bawah dia, jadi akulah yang kasih aba-aba kepada-pemimpin-upacara-hormat-grak gitu :)

Yeah, judul di atas itulah yang menggambarkan keadaan kami waktu itu. Petugas upacaranya pake kebaya. Emang kenapa? Kebayanya sih nggak masalah soalnya pada dasarnya kebaya itu kan cuma kemeja. Sanggulnya juga masih bisa diatasi lah ... palingan musti bangun pagi-pagi banget buat yang satu itu (fiuh, habisnya salahku juga sih waktu itu blom pake jilbab! :p).
The only issue is ... kami pake bawahan yang berupa kain jarik (batik) yang bikin jalan kami jadi susah luar biasa! Hehehe, bayangin aja guys, hampir-hampir kami cuma bisa naruh salah satu kaki kami persis di depan kaki yang lain. Jarak yang biasanya ditempuh dengan satu langkah jadinya harus dua langkah. Nggak heran, buat yang satu ini udah disiapin sebelum hari H: latihan barisnya pun di dalam lilitan kain batik.

Kayaknya nervous-nya nambah daripada tugas biasanya deh. Aku agak mengkeret waktu tahu aku dipasang di barisan kakak kelas. Siap-siap dikerjain mereka nih. Waktu aku jalan sendirian ke arah mereka ... kerasa susaaah banget. Habisnya, tetep aja aku nggak biasa jalan pake kain itu.
Sambil terus lihat lurus ke depan karena jelas ngga boleh nunduk biarpun cuma buat lihat jalan, batinku bilang: jangan jatuh - jangan jatuh - jangan jatuh ... tapi ternyata ... ya emang nggak jatuh. hey ... what do u expect? xD

Untungnya lagi, kakak kelasku ternyata nggak ada yang ngerjain aku. Senengnya! Humm, maafkan paranoia-ku, mas ..., mbak ....

Selesaikah tugas kami? Belum! Menjelang upacara bener-bener kelar, sebelum peserta dibubarin, sisa anggota yang lain musti bikin formasi di tengah lapangan. Formasi itu kalau dilihat dari atas berbentuk gambaran bunga teratai (teratai tu lambang sekolah kami).

Nah ini dia, waktunya temen-temen yang jadi peserta upacara ngerjain kami! Iman digoda habis-habisan dengan berbagai cara. Iya, soalnya kalo kami sampe ketawa di tengah-tengah tugas, dihukum musti knee-up (itu lho, push-up yang tumpuannya di lutut ... girls only!) beberapa kali.

Hehe, jail yah mereka itu. Tapi mereka bisa juga kompak ma kami kok. Tetep aja pas formasi udah terbentuk, dan waktunya semboyan almamater kami, yang pake bahasa Jawa kuno, yang arti garis besarnya "Berjuang dengan sikap ksatria, tanpa henti demi bangsa yang satu" itu dikumandangkan, semua langsung diem sambil nunggu giliran menjawab semboyan itu:

Bhakti vidya ksatriatama, tan lalana labet tunggal bangsa

What a moment! Biarpun kalo aku main ke SMA keadaannya dah banyak beda sama jamanku dulu, yang satu ini tetep jadi salah satu kenangan spesial.


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.