Monday, May 14, 2007

Bukan sekedar ngasih obat

“Kalau kita selesai melakukan prosedur ini, jangan lupa waktu pasien pulang kita bekali amoxan,” begitu kata dosenku di sela kuliah, dan aku tersentak.

Iya sih, amoxan yang dia sebut itu adalah satu jenis antibiotik. No-no-no, aku bukannya udah baca habis satu buku ISO itu, tapi pasti kalian bisa ngertiin situasinya kalo kalian hidup seatap dengan perawat dan apoteker (gee … luv u all).

Yang bikin aku tersentak itu … kok kebeneran banget ya beberapa hari sebelumnya kakakku cerita sempat ada krisis di kebanyakan apotek di Jogja, mengenai persediaan Amoxicillin, yang generik. Karena dokter enak aja ngasih resep itu ke sembarang pasien? Well, nggak tahu. Yang jelas beberapa dokter relasi kakakku sampe terpaksa kasih resep Amox yang buatan pabrik (paten) ... misalnya Kalmoxillin, ... dan Amoxan itu!

Persoalan selesai? Hmm, ... masalahnya adalah, obat paten itu kan lebih MAHAL dari obat generik. Amoxan itu 10 kali lebih mahal dari amoxicillin generik.

Untung keadaan krisis itu udah lewat. Let’s back to the previous point. Aku kok jadi agak-agak nggak rela ya ada pasien dikasih obat yang jauh lebih mahal?

Yah, biar gitu ... Amoxan tu sepuluh biji cuma tiga puluh lima ribu sih. Nggak terlalu mahal buat kebanyakan orang, sekalipun jumah itu biasanya masih ditambah dengan obat lain yang menyertai terapi, jasa konsultasi dan jasa tindakan dokter yang punya tarif beda sebagai spesialis, dan (dalam konteks KG) bahan-bahan yang digunakan untuk perawatan (tambalan, gigi tiruan, dsb). Iya kok, palingan juga ada beberapa tambahan lagi kalo situasinya memungkinkan.

Ya udahlah ... mungkin akunya aja yang kelewat mikirin.

0 of your comments here: