Thursday, August 30, 2007

Karena Kacang dan Es Krim

Banana split ini cuma nebeng nampang aja kok, hehehe ...

Saya beruntung tidak punya alergi terhadap makanan tertentu. Jadi, sekalipun saya tidak terlalu fanatik terhadap dua benda di atas, tetap saja kalau disediakan saya langsung menyantapnya dengan senang hati.

Tak terkecuali sore itu, ketika saya sedang berada di salah satu tempat kesukaan saya: rumah kakak. Dengan baiknya dia selalu menawari saya makanan apa saja yang tersedia di sama, suatu perbuatan yang sia-sia karena sebetulnya ditawari atau tidak pun tetap saja akan saya makan :p Yampyun ... toh itu rumah saya juga kaaan ... :)

Saya hanya tertawa ketika dia bilang, "Dek, makan nih ... kacang batu," metafora untuk kacang kepunyaannya yang keras bukan main. Meski begitu, saya mengambil kacangnya yang lain, yang ternyata tidak cukup hanya saya cicipi saja, bahkan saya ambil lagi-dan-lagi. Tampaknya saya tertular selera suami kakak saya yang memang kacangmania. (ups! Kacangfil ... Aryo, Titish :p)

Beberapa saat sesudah itu, kakak saya menambahkan, "Dek, di freezer ada es krim, lho." Betul juga, ketika saya kejar ke kotak pendingin itu, saya temukan tiga warna orange-biru-pink yang menggugah selera. Yum-yum-yum!

Ini bukan soal berat badan, guys! Yang satu ini sih jarang saya pusingkan karena toh indeks massa tubuh saya hanya beberapa digit di belakang koma melewati batas normal 25 (jadi, cuma dua puluh lima koma sekian, gitu :p ngga terlalu gendut kaaan). Yang lebih penting, saya harusnya sedang berdiet tidak boleh memakan makanan keras ataupun bersuhu ekstrim, setidaknya selama 24 jam.
Sebab, pagi hari sebelum sore yang mengenyangkan itu, saya baru saja memasangkan salah satu komponen kawat gigi saya yang sebelumnya terlepas. Komponen itu namanya bracket, yang sepintas tampak seperti butiran kecil, direkatkan pada gigi untuk memegangi kawat pada alurnya.

Karena kenekatan saya memakan "makanan ekstrim" ini, dua bracket yang terpasang pada gigi belakang terlepas lagi. Saya memang sempat menyelamatkannya sebelum bracket itu tertelan dan membuat kocek saya terrogoh lebih dalam, tapi masalahnya masih tetap ada.

Sekarang ujung kawat gigi saya seperti tak punya tambatan (halah, ... padahal bukannya "seperti" tapi kenyataannya memang begitu :p). Dari depan sih tak ada orang tahu, tapi di belakang ... makin bebaslah kawat ini bergerak, membuat sariawan kecil di beberapa titik. Lumayan juga ... sakitnya, hehehe.

Pasien bandel ... aha, saya jadi ingat kisah teman saya, Ninung, yang sudah melepas kawat giginya, mengenai pengalamannya dulu. Waktu itu dia baru saja pulang dari dokter gigi untuk memasang kawat giginya. Entah bagaimana dia begitu nekad, langsung saja makan apel. Mending kalau diiris dulu sampai kecil-kecil, yang ini langsung digigit bulat-bulat! Haduh ... susah membayangkannya.

Padahal ketika saya baru memakai kawat gigi dulu, rasanya makan nasi saja tidak bisa. Wajar saja pada kasus teman saya itu semua bracketnya langsung terlepas (!) dan dia buru-buru balik ke dokternya lagi.
Makin repotlah dia ketika kemudian dia harus ikut pesantren kilat, menginap beberapa hari di tempat yang bukan rumahnya sendiri. dan terpaksa mengikuti menu yang disediakan panitia. Sudah begitu, katanya rasanya bertambah sakit (giginya atau hatinya?) karena ternyata gebetannya suka sama ce lain! (kikiki ... agak ngga nyambung ni, ada2 aja!)

Yah ... beginilah nasib pasien ortho (yang bandel). Hmm ... menghitung hari menuju waktu check up periodik terdekat nih.

*pictures of oral appliance are taken from the list provided by orthodonticsproductsonline.com *


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Tuesday, August 28, 2007

Interview (not) with the Vampire

Humm ... judulnya memang sengaja dibikin asal banget, hehehe ... makanya marilah kita tidak acuhkan saja demi mengetahui apa isi artikel ini yg sebenernya.

Jadi gini friend ... kmaren ada suara yang memecah keheningan malam di saat aku tumben-tumbenan tengah malem sholat tahajjud (sekalian begadang, mumpung masih ada tenaga :p). Itu ... ada sms masuk. Kirain siapa, taunya dia bilang, "Masih ... jangan lupa dateng ke interview hari Sabtu, 1 September 2007 ... bla-bla-bla."

Owww nooooo ...! senengnya aku.
Lah emangnya knapa?

Itu karena berita ini bagaikan air nyiram tanah kering, nge-refresh semuanya deh. Siangnya tu aku lagi bete banget karena beberapa hal, tambah bete lagi pas lihat Friendster-ku, ternyata ada pesan yang masuk sejak hari Jumat, bilang ada LOWONGAN buat jadi asisten Faal. Sebelnya, di situ ditulis TERBATAS dan harus daftar dulu via sms sebelum Senin jam 11.00 untuk interview hari lainnya, padahal waktu itu udah jam 11.30!

Fiuuuh ... dengan harap-harap cemas aku sms identitas singkatku dengan sebelumnya bilang, "Maaf, masih ada lowongan nggak ya?" Nggak langsung dibales sama mereka, ya udah aku mikirnya que sera, sera aja. Salahku juga sih pake telat lihat inbox segala.

Dan ternyata, huhuhu ... rejeki Allah emang nggak ke mana. Yang bikin aku tambah seneng tu, aku jadinya punya waktu 5 hari buat siap-siap (kirain bakal diinterview Selasa, guys!)

Hyaa ... gitu deh. Mmm ... sebenernya yang satu ini aku juga ngga brani berharap banyak soalnya pasti sainganku juga banyak yang lebih bagus. Cuma, gimana ya, dari semua ilmu kedokteran dasar kayak anatomi, biokimia, dll ... kayaknya yang paling aku suka tu ya Faal alias Fisiologi itu. Emang sih kesannya proses-proses dalam tubuh tu bikin ngantuk aja saking rumitnya. Nah gimana lagi, buktinya nilaiku yang bagus tu ya cuma di situ :) Masih ada lagi sih beberapa "walaupun" yang bisa jadi pikiran, tapi ya sudahlah .... Aku cukup seneng udah dikasih kesempatan.

Okeeey ... wish me luck ya. Targetku sih simpel aja, pengen bisa ngejalanin interview itu dengan proses yang bikin aku puas. Kalaupun aku ditolak ... wah, aku aja pernah seneng banget justru gara-gara proposalku ngga lolos seleksi :p ya, emang aneh sih.


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Monday, August 20, 2007

Komandan Peleton kok pake Kebaya?

Rasanya aku udah berabad-abad ngga pernah upacara lagi (deww … hiperbolisnaaa!) Mumpung masih suasana agustusan, ngomongin upacara SMA, ah. Biar gitu, buat aku upacara yang paling berkesan justru bukan tujuh belasan (bukan berarti nggak nasionalis lho ^^), tapi pas hari Kartini!

Hari itu, semua siswa pake baju daerah. Gak harus Jawa lho, dan boleh juga kalo kostumnya nggak etnik, pokoknya beda ama seragam harian. Makanya asik banget lihat temen2 pake kostum macem2 gitu. Kostum gituan dipake buat upacaranya.

Aku tu dulu ikut kesatuan baris-berbaris. Istilah kita: tonti (peleton inti), mungkin mirip dengan menwa yang ada di PT. Tonti di SMA kami namanya Bhapad—Bhayangkara Padmanaba. Anggota Bhapad semuanya ada 35 ce dan 35 co. Levelnya masih di bawah paskibra sih, tapi pengalamanku di situ juga berkesan, kok.

Back to the Kartini's Day, karena ini aslinya acara ce, maka tender petugas upacara pun bener-bener cuma jadi milik kami yang nggak punya kromosom Y ini :p. Aku inget, jadi komandan peleton. Ni beda sama pemimpin upacara lho. Jabatanku itu masih di bawah dia, jadi akulah yang kasih aba-aba kepada-pemimpin-upacara-hormat-grak gitu :)

Yeah, judul di atas itulah yang menggambarkan keadaan kami waktu itu. Petugas upacaranya pake kebaya. Emang kenapa? Kebayanya sih nggak masalah soalnya pada dasarnya kebaya itu kan cuma kemeja. Sanggulnya juga masih bisa diatasi lah ... palingan musti bangun pagi-pagi banget buat yang satu itu (fiuh, habisnya salahku juga sih waktu itu blom pake jilbab! :p).
The only issue is ... kami pake bawahan yang berupa kain jarik (batik) yang bikin jalan kami jadi susah luar biasa! Hehehe, bayangin aja guys, hampir-hampir kami cuma bisa naruh salah satu kaki kami persis di depan kaki yang lain. Jarak yang biasanya ditempuh dengan satu langkah jadinya harus dua langkah. Nggak heran, buat yang satu ini udah disiapin sebelum hari H: latihan barisnya pun di dalam lilitan kain batik.

Kayaknya nervous-nya nambah daripada tugas biasanya deh. Aku agak mengkeret waktu tahu aku dipasang di barisan kakak kelas. Siap-siap dikerjain mereka nih. Waktu aku jalan sendirian ke arah mereka ... kerasa susaaah banget. Habisnya, tetep aja aku nggak biasa jalan pake kain itu.
Sambil terus lihat lurus ke depan karena jelas ngga boleh nunduk biarpun cuma buat lihat jalan, batinku bilang: jangan jatuh - jangan jatuh - jangan jatuh ... tapi ternyata ... ya emang nggak jatuh. hey ... what do u expect? xD

Untungnya lagi, kakak kelasku ternyata nggak ada yang ngerjain aku. Senengnya! Humm, maafkan paranoia-ku, mas ..., mbak ....

Selesaikah tugas kami? Belum! Menjelang upacara bener-bener kelar, sebelum peserta dibubarin, sisa anggota yang lain musti bikin formasi di tengah lapangan. Formasi itu kalau dilihat dari atas berbentuk gambaran bunga teratai (teratai tu lambang sekolah kami).

Nah ini dia, waktunya temen-temen yang jadi peserta upacara ngerjain kami! Iman digoda habis-habisan dengan berbagai cara. Iya, soalnya kalo kami sampe ketawa di tengah-tengah tugas, dihukum musti knee-up (itu lho, push-up yang tumpuannya di lutut ... girls only!) beberapa kali.

Hehe, jail yah mereka itu. Tapi mereka bisa juga kompak ma kami kok. Tetep aja pas formasi udah terbentuk, dan waktunya semboyan almamater kami, yang pake bahasa Jawa kuno, yang arti garis besarnya "Berjuang dengan sikap ksatria, tanpa henti demi bangsa yang satu" itu dikumandangkan, semua langsung diem sambil nunggu giliran menjawab semboyan itu:

Bhakti vidya ksatriatama, tan lalana labet tunggal bangsa

What a moment! Biarpun kalo aku main ke SMA keadaannya dah banyak beda sama jamanku dulu, yang satu ini tetep jadi salah satu kenangan spesial.


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Wednesday, August 15, 2007

Seni Memegang Hamster

"Jepit kepalanya pake jari telunjuk sama jari tengah, pake jari yang lain buat megang badannya. Pastiin kepegang kenceng biar dia ngga kabur. Balik badannya biar menghadap kita, trus suntik di tempat yang diinstruksikan!"

Itu sih buat tikus di lab. Hehehe ...

Kasian juga mereka itu yang musti berkorban demi ilmu pengetahuan. Boleh dibilang mereka juga guru kita yang ngasih pengalaman exciting pas
buktiin teori. Oh ya, teori yang di atas itu kalo dilakuin juga susah lho. Temen2ku yang cowo'aja blom tentu brani (hehe, sorry guys ... buka kartu nih). Ni aku lagi nostalgi(l)a pengalaman semester kmaren.

Singkatnya, karena di kelompokku tu co-nya cuma dua dan semuanya ogah megang tikus, jadilah tinggal aku ma temenku yang namanya Fimma (ada lagi sih, tapi aku lupa :p sorry!). Fimma berani megang, tapi nyuntik nggak. Gara-garanya Fimma punya banyak piaraan hamster. Dia jadi ngga tega nyuntik tikus itu, inget hamsternya di rumah! Ada-ada aja ....

Trus hamster yang berurusan sama aku mana? Nah ini, ceritanya temenku Nadia mudik ke Jakarta ("mudik" kok ke jkt yah? :p). Hamsternya dititipin ke aku! Kok pake tanda seru? Lah iya, kan panik. Biarpun aku udah lama kenal ma dia (namanya BuBu, soalnya bulunya abu-abu gitu ^_^) aku kan ngga pernah bener-bener ngurusin hewan gituan.

Simpel aja katanya, aku disuruh ngasih minum 3× sehari. Pake alat yang kayak dot bayi itu, aku kesulitan soalnya kayaknya dia nolak-nolak terus. Ga sabar, aku tangkap aja dia.

Sukses? Tidak, saudaraku :p. Ga tau dia kemarinnya kebanyakan vitamin jadi kelewat lincah atau akunya yang takut kegigit dia, jadinya dia aku tangkep tapi ... punggungnya aku cubit!

Ya jelas aja dalam posisi menggantung seperti itu dia makin ngga mau aku kasih minum! Hiks ... kasian juga ngelihatnya. Ya udah aku lepasin aja dia di kandangnya, dan habis itu dia langsung ngibrit jauh-jauh dari aku. Waduh, kayaknya buat yang satu ini aku ngga bakat deh :)

Ampun, Bu!


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Thursday, August 2, 2007

Saya cinta Avant!

Kepada siapa Anda serahkan kepercayaan ketika mengarungi dunia maya? Kalau pertanyaan itu untuk saya, maka jawabannya mungkin tidak umum.

IE (internet explorer)? Bukaan ...
Firefox? Sayangnya, tidak 100%.
Opera? Ahh ... :p

Saya bangga sekali pada Avant. Freeware yang saat ini menginjak versi 11.5 ini saya pakai sejak satu versi sebelumnya. Fasilitasnya cukup lengkap, dan sebagai web browser mutakhir tentu saja ada fitur multitab. Interface cukup cool dengan warna biru muda, lumayan tidak membosankan karena theme bisa diganti-ganti. Sudah begitu, ketika tombol paling pojok ditekan, Avant akan sembunyi tapi tidak tertutup sepenuhnya. Icon kecilnya akan duduk manis di pojok toolbar, siap menampilkan kembali semua yang tadinya kita tampilkan. Praktis.

Untuk edisi 11 ini, saya belum banyak menemukan tambahan kelebihannya, yang jelas icon-nya tambah cute bagaikan permen mint, ah ….

Kalau terpaksa harus mengaku, kelemahan Avant adalah ketika menyimpan suatu halaman pada satu tab, tab yang lain tidak bisa dibuka. Jadi, memang harus menunggu sampai pekerjaan simpanan ini selesai. Kelemahan ini terasa sekali saat kita harus menyimpan file berukuran besar atau jika koneksi sedang tidak gesit.

Tapi, ada satu hal dari Avant yang membuat saya setia. Saya selalu mengatakan pada teman-teman saya bahwa Avant mengakomodasi saya dengan kemampuannya menyimpan file berformat MHTML. Ini berbeda dengan format simpanan HTML yang terdiri atas satu icon e dan folder berisi unsur-unsur pendukung halaman itu (gambar, misalnya).

Format MHTML ini sangat berguna, agar ketika dibuka offline nanti unsur-unsur file simpanan kita tidak tercerai berai. Bayangkan jika kami yang sering mengakses halaman berisi macam-macam penyakit atau alat-alat kedokteran berikut fotonya tidak didukung fasilitas seperti itu. Agak ironisnya, saya mengetahui format ini pertama kali dari browser yang saya tidak suka, IE.

Dengan adanya kelebihan itu, kelemahannya yang saya sebutkan tadi menjadi tidak penting. Solusinya kan mudah, kita tinggal install browser pendamping. Sementara Avant menyimpan, saya bisa pergi ke halaman web lain yang tidak perlu saya simpan (misalnya halaman web yang saya kunjungi untuk hiburan semata) dengan browser selain Avant itu.

Karena sudah ilfil dengan IE dan kurang respek terhadap FireFox, saya mencoba SeaMonkey. Sebenarnya ini pun murni mencoba-coba. Ketika saya jalankan, barulah saya tahu bahwa SeaMonkey pun keluaran Mozilla! Hahaha, adiknya FireFox, ternyata.



Tapi, fasilitas yang ditawarkannya ternyata tidak cukup baik. Saya uji dengan membuka file MHTML yang saya simpan, bahkan "monyet laut" ini tidak bisa membukanya! Ih ... akhirnya saya berbalik ke pilihan kedua, FireFox. Yah, meskipun ternyata browser ini pun tidak bisa membuka file dengan format MHTML itu, setidaknya saya lebih mantap karena selama ini banyak mendapat testimonial bagus dari kanan-kiri seputar kinerja FireFox.

Yang jelas, Firefox harus puas cuma dapat tempat sebagai istri kedua di sistem saya. Hidup Avant!




Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less, sign up for your free account today.