Monday, September 24, 2007

Cuti ....


let's click this ... thanks in advance :)

Saturday, September 22, 2007

Lebih Jauh Lagi tentang Aneh-anehnya Inda

Akhirnya ... ada juga yang ngasih saya PR. Iseng buka blog saya yang satunya lagi, nemu deh pesan dari Mbak Delia. Tru hari ini dapet juga dari mas Didiet. Well, disuruh nulis 8 habits ... sempat bingung juga. Apa sih yang bisa dibanggain dari seorang mahasiswa yang kerjaannya cuman kuliah dan praktikum? (wuaaaa ... hidup memang kejam ;p eh, biasa aja ding!)
 
Untungnya 8 habitnya bisa diisi facts juga. Baiklaaah ... here we go:
 
  1. kayak dr.Vina, saya selalu gosok gigi sebelum tidur. Kebiasaan yang dipaksain ortu dari kecil, tapi sekarang kerasa juga manfaatnya. Hehe, dulu awal-awal masuk FKG suka heran kalo ngelihat foto penyakit gigi yang aneh-aneh. Komen saya pendek aja, "Ya ampun ni oraaaang ... disuruh gosok gigi aja susah beneeer. Kalo udah gini kan repot," hehehe, maklum komentar seorang junior. Pernah sih tidur nggak gosok gigi, tapi kayaknya sekitar 97% (tanggung angkanya :p) tidur saya selalu diawali gosok gigi.
    ada manfaatnya juga lho, salah satunya saya nggak pernah sakit gigi! Pernah juga kepikiran, gimana sih rasanya sakit gigi (hehe, kayak iklan dulu itu)
  2. nggak bisa makan pedes. Ada sih pengecualiannya, tapi soal yang satu ini, konyol-konyolnya bisa dibaca di sini. Hehehe.
  3. tikus, kecoa, ulat, ular (asal jangan yang gede) ... biasa aja tuh. Tapi kalo sama ayam, bebek, angsa, merak ... wiii, lain lagi ceritanya! Hehehe, aneh tapi nyata. Gak tahu ya, ngelihat bulunya yang totol-totol ngga jelas gitu ... uuh, saya minggir aja deh. Tapi kalo udah dicabutin bulunya sih okeee ... masak yuuuk :p (masak merak? xD)
  4. yeah, I enjoy cooking very much! Amatir? Jelas dong, tapi kalo ditinggal sendirian di rumah nggak ada masalah soal makanan lah, kan bisa bikin sendiri ^_^ tinggal ibu saya yang pusing karena dapurnya saya berantakin :p
  5. (hampir) tiap hari dengerin Jay Chou! Huehehe ... padahal Still Fantasy-nya udah rilis setahun lalu yah? Saya sukanya juga blom ada 4 bulan-an, sejak nonton Curse of the Golden Flower itu. Kenapa suka dia? Hm, soal tampangnya sih ... somewhat lah. Saya suka aja sama komposisinya. Heheh, semangat juga nih kalo ngomongin dia. Ga tau ya, dari dulu tu kalo saya udah suka sama satu musisi, awet ngefansnya. Sampe sekarang aja masih suka The Moffatts, dan masih selalu dengerin track mereka juga! Fanatik ato kuper nih? ;p
  6. nggak bisa pake perhiasan. Kecuali anting-anting, semua pasti bikin kerasa gataaal banget dan bawaannya mau lepas aja. Alergi? Wah, blom pernah tes, tuh. Pokoknya, cincin-gelang-arloji .... waaaw, buat kamu ajaaa! (iklan banget) nggak tahu nih tar kalo merit gimana, mungkin saya bakal bilang, "Nggak usah pake tukar  cincin, kasih mobil aja," Wuahaha .... ups! Itu sih dipikir entar aja laaah ...
  7. berhubungan dengan no 4: suka ngumpulin wallpaper bergambar ... makanan. Huahaha ... silakan mengejek saya sepuas hati. Yang jelas saya suka lihat-lihat foto makanan, soalnya kan bisa jadi sumber inspirasi juga: komposisinya, dekorasinya, dan nggak ketinggalan: angle pemotretannya!
    soal jadi kepengen makan ato nggak, sejauh ini masih terkendali tuh (halah, kayak apaaan gitu)
  8. agak berhubungan dengan no.1: saya rutin ke drg, dua minggu sekali. Hah? Bukannya disaranin enam bulan sekali? Begini, sahabat. Masalahnya saya pake kawat gigi dan drg saya itu masih perlu banyak mengutak-atik gigi saya. Seberapa parah sih? Well, kalo temen lain sih bilangnya gigi saya udah rapi, tapi dokter saya tentu punya pendapat beda. Nantinya sih juga nggak sesering itu check up-nya. Serem? Ah, ngga sakit kok :) Lagian malah asik sering-sering ketemu beliau. Habisnya drg saya itu orangnya motherly bangeeet
 
hum ... kok delapan poin itu jadinya banyak ya? Duh, kalian kok baik banget sih mau baca yang satu ini? Ini kan info2 dari seseorang yang nggak penting (humm ... terharu, halah!) Tapi kalo niat kalian buat ngeledekin saya, nah pas banget tu, hahaha ...
 
okeee ... satu lagi yang musti dipikirin, diterusin ke siapa ya? Saya jadi mikir juga, soalnya kan nggak semua orang lagi punya waktu luang, udah dapet PR sejenis dari orang lain, dan jangan-jangan postingan kayak gini menyimpang dari idealisme tema blog mereka. Tapi kan asik juga jadi kenal lebih baik ke orang ybs itu ya ...
Bismillah, saya mau nerusin tag ini ke:
 
Mbak Desi, kakak kelas SMA-ku yang baik hati
Mbak Aura, kenalan baru yang wise, imut, n serba pink
Kak Hartman, dokter gigi muda di UNPAD yang suka puisi tapi suka becanda juga
Yaya alias Ayudhia, temen yang selalu sekelas sama aku di SMA
Mas Hatta, yang namanya sama kayak idola saya
Yani, adek kelasku yang baik, rajin belajar lagi
Kak Sammy, yang postingannya selalu ngasih semangat buat audiensnya
Mas Abi, kakak kelas SMA juga. Hayooo, mas harus mau, hehehe ... harus lucu juga!
 
Have fun, deh! Makasih sebelumnya. Oh iya, untuk rekan-rekan blog lain yang belum saya sebutin tapi mau ikutan kayak gini, boleh banget lho. Silakan posting dan setelah itu kasih tahu saya, insya Allah pasti saya reply.
jangan lupa pasang juga rules berikut ini

1.
Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read your blog.

Home works is done, now is your turn my buddies.


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Thursday, September 20, 2007

Chicken Creamy Soup: Milky ... yet Crunchy!

Daripada pusing mendingan masak aja biarpun masih belajar juga sih. Yang satu ini saya bikin paradox: masakan berkuah tapi ada renyah-renyahnya. Ini karena daging ayamnya saya goreng pakai tepung bumbu sampai garing.

Aslinya ini gampang banget lho, soalnya bumbu dasarnya masih cuma bawang putih-merica-garam. Lebih praktis lagi, saya pakai bawang dan merica dalam bentuk bubuk. Pokoknya tinggal tuang, deh.

Isi supnya: bisa aja kita tambahin kacang polong, jagung manis, jamur, ... tapi kali ini saya cuma ngasih kentang dan wortel yang dipotong dadu dan irisan melintang bawang bombay (jadi bentuknya kayak gelang, gitu). Itu aja, lagi males kebanyakan isi, hehe ... . Soalnya yang kayak gitu aja udah bikin kenyang banget.
Jangan lupakan irisan tomat, karena cita rasa asamnya justru bikin "kaya" (halah!).

Alright, jadi urutan masuknya adalah: ayam-bumbu, didihkan pada 3 gelas air. Keluarkan daging, dinginkan. Potong kecil-memanjang, campur dengan tepung bumbu, goreng dengan minyak panas.

Kaldu yang tadi (air rebusan daging) dimasuki sayur, didihkan sampai lunak. Masukkan bawang-tomat. Naa ... formula milky and creamy-nya kita dapatkan dari segelas susu cair yang dicampur sesendok makan tepung maizena.

Aduk pelan-tapi-terus selama satu menit supaya susu nggak "pecah".

And ... voila! Sajikan pada mangkuk, taruh gorengan ayam di atasnya, hias pake daun parsley. Yummy? Hmm ... don't try this at home, hahaha ....

Cuma satu yang bikin saya bingung sendiri: kok sepintas dia jadi mirip bubur ya? xD
Btw-btw-btw ... ada yang bisa ngajarin soal fotografi makanan? Hehe, serius nih :)


For ideas on reducing your carbon footprint visit Yahoo! For Good this month.

Saturday, September 15, 2007

Dokter = Pemimpin = Guru?


Ketika saya membuka-buka milis Forum Lingkar Pena, saya temukan postingan Pak Erwin Arianto berjudul Menjadi Pemimpin Sejati.
Postingan itu mengisahkan perbandingan antara tim Roald Amundsen dengan kompetitornya untuk menjelajahi kutub selatan. Singkatnya, Amundsen mendahului kompetitornya itu untuk mencapai kutub selatan satu bulan lebih cepat, bahkan bisa kembali dengan selamat, berbeda dengan nasib kompetitornya yang tragis. Itu semua karena kepemimpinan yang baik dari Amundsen dalam mempersiapkan segala keperluan timnya.
Cerita yang mengesankan. Meski begitu, bagian di situ yang paling membuat saya tertegun malah quotation dari John C. Maxwell, "Ibaratnya: siapapun dapat mengemudikan kapal, namun hanya pemimpin yang dapat menentukan arahnya."
Saya jadi teringat kuliah ilmu konservasi gigi minggu lalu. Dosen kami membuat kami merenungkan satu hal penting: apakah yang membuat seorang dokter berbeda. Jawabnya adalah kemampuannya untuk mendiagnosis keadaan pasien. Dia menentukan strategi apa yang selanjutnya perlu dijalankan. Sedangkan untuk pelaksanaannya, seorang dokter boleh mendelegasikan kepada pihak lain (misalnya perawat, tenaga lab, petugas radiologi, dsb).
Tetapi, pengambilan keputusan dalam diagnosis itulah yang menjadi hal pokok. Dari berbagai tanda-tanda yang terdapat pada pasien beserta keluhannya yang sering lebih dari satu, seorang dokter akan mengambil kesimpulan dalam bentuk diagnosis. Itu karena seorang dokter tentunya telah menguasai teori-teori dasar dan memadukannya untuk mengatasi kasus.
Tentu saja, kemampuan kognitif seorang dokter itu bukan sekedar untuk gaya-gayaan. Tetap saja, usaha untuk menyehatkan pasien perlu melibatkan pasien yang bersangkutan. Maka masih ada hal yang perlu diperhatikan. Seorang dokter perlu juga memahamkan mereka akan sesuatu yang mengubah perilaku mereka untuk hidup sehat.

Dokter = guru
? Saya sendiri terkejut ketika membaca esai Dr.Howard Farran dari dentaltown.com, yang memberitahukan bahwa terminologi doctor berasal dari bahasa latin docere yang berarti guru. Itulah sebabnya seorang dokter harus juga bersikap rendah hati dan tidak sok tahu terhadap pasiennya, karena hal itu mungkin hanya akan menjadikan usaha terapi jadi tidak tepat sasaran,

Memahami dan dapat dipahami ...
tidak mungkin dong seorang dokter bilang, "Mari pak, saya suntik dulu. Siapkan muskulus glutealisnya dan bapak berbaring pada sisi lateral". Hahaha, ini adalah anekdot yang saya dapat dari diktat anak FK UGM. Kalimat itu memang sedang dalam "kampanye" untuk calon dokter agar menjelaskan maksudnya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Untuk kami yang di kedokteran gigi, Dr. Farran juga menekankan, "
If your momma doesn't use it, just leave it! Mana mungkin sih mamamu bilang, 'geserlah ke sebelah distal dari tempat tidurmu, ngapain sih kamu dari tadi diem aja di sebelah mesial'?" Hahaha ... arti mesial dan distal itu biarlah jadi milik kami dulu (tapi kalo penasaran banget boleh nanya kok :p). Intinya, jangan sampai kita malah bikin pasien jadi ngantuk (atau malah sebel) dengan penjelasan kita.

Kembali Dr. Farran mengingatkan sejawatnya, pembacanya, bahwa
anda memang sang dokter di klinik anda, tapi guru yang terbaik bagi pasien anda mungkin justru bukan anda. Mungkin perawat yang membantu anda atau malah resepsionis anda. Saya rasa itu dorongan yang bagus sekali untuk menjadikan kita bersikap lebih mawas diri (deww ... mawas diri? jadi inget nasihat dosen yang lain).

Jadi, seorang
dokter--pada banyak situasi--bertindak layaknya pemimpin sekaligus guru. Hmm, bahan renungan nih ... buat bekal saya beberapa tahun lagi (insya Allah ... hehehe).


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Saturday, September 8, 2007

Sisa Bulan Sya'ban ini ....


Ramadhan tinggal menghitung hari ...
Siapin diri kita yuk, mental dan fisik. Selain menggiatkan sholat sunnat dan tilawah (baca al Quran, gitu :p), salah satu ibadah yang bisa kita lakukan sambil menunggu datangnya bulan suci adalah memperbanyak puasa ... bisa puasa Senin-Kamis atau puasa Sya'ban.

Puasa sunnat yang satu ini banyak hikmahnya juga lho, di antaranya sebagai ajang latihan kita buat menghadapi puasa sebulan penuh nanti. Karena sunnat, kalo kita nggak kuat or karena sebab lain, di tengah hari kita bisa batalin. Tapi memang sih, yang paling bagus ya puasanya kita pertahankan sampai saat berbuka tiba.

Itu buat awal-awalnya, tapi pastinya puasa hari berikutnya bisa lebih kuat dong :)
Harus semangat ya! ^_^ Marhaban yaa Ramadhan, mari berlomba beribadah ... mohon maaf lahir dan batin.

(terutama buat rekan-rekan blog yang sering aku repotin pake komen2 ngaco bin ajaib-ku ... mohon maaf ya. jangan bosen jadi temenku)

image retrieved from http://www.kerala.com/kerala_festivals/images/ramadan1.jpg

Saturday, September 1, 2007

[REVISED] Ooh ... kayak gini rasanya di-interview!

mari kita buat daftar:
- resiko tricky question yang bukan cuma resiko tapi beneran ada
- biarpun awalnya nggak nervous tapi akhirnya nervous juga (muka panas sesudah keluar dari ruang ... )
- ngerasa "kecil" sama temen sesama interviewee

ada lagi? ni sekedar curhat dadakan dari lokasi kejadian ... hehehe, namanya juga amatir :p

Naaah .... hari ini (3/9) saya mau merevisi perasaan saya kemarin itu (bentar ... revisi apa? sok2an ... :p). Jadi singkatnya, ... saya akhirnya dibolehin bergabung ke tim asisten praktikum dan tutorial untuk mata kuliah faal (fisiologi) dasar dan faal oral. hahaha ... alhamdulillah.

Special thanks buat yang udah komen di postingan saya yang Interview ... itu: dr.Vina, Atalya, Aryo, Adite, dan yang komen juga di postingan ini sejak sebelum direvisi. Ayo komen lagi, syukuran nih :p

jadi, berikutnya aku musti fight sama tugas2 asisten & tutotial itu ....