Saturday, December 22, 2007

Orang Indonesia lebih ngerti bahasa Inggris

Seberapa paham kita terhadap bahasa sendiri?

Yang satu ini pasti bukan hal yang baru. Waktu kecil dulu saya pernah membaca suatu ulasan di koran tentang kemungkinan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia setelah RRC, india, AS; Indonesia memiliki peluang untuk menempatkan bahasanya ke dalam jajaran bahasa internasional lain seperti Jerman dan Perancis. Sayangnya jumlah penduduk Indonesia yang dua ratus juta sekian itu tidak serta-merta menunjukkan jumlah penuturnya, karena banyaknya penduduk yang masih belum memahami apalagi menggunakan bahasa Indonesia dalam kesehariannya. Kalaupun pakai, tidak dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Fenomena salah kaprah yang banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan pertanyaan juga buat saya sendiri, apakah itu karena kitanya yang tidak peduli dan kurang disiplin dalam berbahasa ataukah karena dari sananya bahasa Indonesia memang sangat permisif terhadap serapan dari luar dan dari dalam?

Persoalan ini memang panjang, makanya kali ini saya ingin menyempitkannya sekaligus menyesuaikan dengan judul saya di atas dengan cara melihat ke pengalaman saya sendiri. Sebagai seorang mahasiswa kedokteran gigi, sebagian besar literatur kuliah saya tentunya berasal dari bahasa Inggris. Ada beberapa istilah Inggris yang terjemahannya cukup mengejutkan saya:

Blood coagulation ... darah yang keluar dari luka pasti tidak akan terus mengalir, suatu saat akan berhenti juga. Nah, berhentinya darah mengalir ini karena dia mengalami proses yang namanya blood coagulation, bukan pembekuan darah tetapi terjemahan tepatnya justru penjendalan darah.

Bed rest, sesuatu yang harus dijalani pasien yang sakit parah yaitu tetap berada di tempat tidur selama masa perawatan, terjemahannya adalah tirah baring.

Brittle ... entah kenapa saya lebih ngeh dengan istilah ini saat dosen menerangkan bahwa ada material sifatnya brittle ini. Ketika mendapat beban yang melewati batas toleransinya dia akan pecah berkeping-keping (bukannya menjadi lebih tipis seperti logam yang ditempa). Aneh saja rasanya, bahwa terjemahan dari brittle adalah getas.

(dental) filling, adalah sesuatu yang mungkin anda minta jika gigi anda berlubang kepada dokter gigi anda, saat anda kebetulan berada di negara western. Di tanah air kita lazim menyebutnya tambalan, meskipun dosen kami akan selalu meluruskan istilah ini menjadi tumpatan.

Mudigah ... Jika terjadi gangguan pada masa mudigah, janin dapat mengalami kelainan. Saya sempat pusing sekali memahami arti kata mudigah ini, alhamdulillah, beberapa hari kemudian, persis di hari ujian saya ingat ayat al Quran tentang proses penciptaan manusia. Salah satunya adalah tahap ”mudghoh”, yaitu secara harfiah berarti ”segumpal daging” atau secara istilah berarti embrio (untuk yang mempelajari Obs-gyn, please betulkan kalau saya keliru). Dari situlah saya simpulkan kalau mudigah adalah kata serapan dari mudghoh ini, sedangkan masa mudigah boleh dimaknai masa kandungan.

Yang satu ini lebih umum ... tahukah anda kalau terjemahan seharusnya dari kata effective and efficient adalah sangkil dan mangkus?

Saya sangat berterima kasih kalau ada yang bisa memberikan tambahan contoh :)

Tinggal ngomong aja kok repot ... kalau dianalogikan ke bahasa Inggris, saya sendiri juga berpendapat kalau mempelajari bahasa slang dan ekspresi-ekspresi colloquial sama pentingnya dengan memahami gramatika bahasa Inggris yang resmi, dua-duanya terpakai untuk skill bahasa dan wawasan sosial. Masalahnya, tak selalu kita bicara dalam suasana santai, kan? Adakalanya kita perlu—menurut istilah Dr. Suwardjono, dosen FE UGM—politically correct (saya pernah menulis pengalaman saya dengan beliau di sini).

Okey, judul di atas ini sama sekali bukan kesimpulan suatu penelitian atau survey, apalagi yang teruji validitasnya. Bukan juga untuk menyombongkan sesuatu. Justru anggap saja saya sedang prihatin dengan diri saya sendiri, meskipun saya juga terinspirasi oleh salah satu dosen saya yang mengatakan bahwa beliau lebih kesulitan membahasaindonesiakan teks Inggris dibanding menginggriskan teks Indo (saya heran kenapa begitu).

Btw maaf juga kalau saya (karena beberapa alasan) menuliskan gagasan ini juga tidak dalam koridor bahasa Indonesia yang baik dan benar. Biar begitu ... tetap saja kan kita tidak bisa menghindar bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa kita. Suka atau tidak, dia tetaplah bagian dari identitas kita. :)

* salut untuk Bu Listiana Srisanti yang tidak hanya menerjemahkan Harry Potter, tetapi juga memindahkan cita rasa sastranya kepada tempat yang berbobot sama dalam bahasa Indonesia *

25 of your comments here:

Eucalyptus said...

Oalah..... pusiiiiing baca terjemahan bahasa Indonesianya. Kok baru denger tuh: penjedalan darah, tirah baring, getas, mudigah.... kalau gitu perbendaharaan bahasa Indonesia yg kita tau kurang banget yaa.... "geleng2 kepala".....

inda_ardani said...

iya mba, dipikir2 emang prihatin juga kalo keadaannya gini, saya sendiri kalo lagi buka2 kamus bahasa indonesia yang ada terkaget2 kok ternyata kita punya kosakata2 "asing" moga bahasa kita nantinya bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri ...

Chy said...

Whadouw....Bahasa indonesia aja bukan tuan rumah di negeri sendiri coz bangsa ini sangat beragam dan punya bahasa daerah sendiri2. posisi bahasa indonesia cuma bhs penghubung dan bahasa formal tapi kembali ke masyarakt yg dipake adalah bahs daerah lg. Maka jgn heran di tempat2 terpencil ada yg gak tau bhs indonesia.

Hamid said...

Saya setuju dengan Mas CHY yamg mengatakan Bhs Indonesia pun bukan tuan rumah di negeri sendiri. Kota Saya tepatnya di Kota PALU banyak penduduk Asli yang bersuku Kaili Yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Oh ia mba klo bisa shoutbox nya di ganti biar bisa ninggalin pesan singkat :)
sukses terus ya mba.

Aura Rosena said...

Hi, Mbak Inda. Maaf baru bisa bales sekarang. Soal Tagnya nggak papa koq. Lagipula sy cuma bales tag dari temen saya. Oh ya, Apa kabar nih? Shoutboxnya diganti dunkz. Oggix skrg rada error sih. :(

Aura Rosena said...

Oh ya, soal bhs Indonesia. Itu, emang udah parah bgt. Waktu UAS aja nilai tmn2 byk yg bhs ing.ny bgs tpi bhs ind.ny jelek. Duh... priatin deh rasany. Masa' bhs sendiri sampai kalah sama bhs asing.

inda_ardani said...

wah makasih untuk semuanya, masukannya oke-oke nih nambah wawasan saya juga

Chy said...

Whadouw....Bahasa indonesia aja bukan tuan rumah di negeri sendiri coz bangsa ini sangat beragam dan punya bahasa daerah sendiri2. posisi bahasa indonesia cuma bhs penghubung dan bahasa formal tapi kembali ke masyarakt yg dipake adalah bahs daerah lg. Maka jgn heran di tempat2 terpencil ada yg gak tau bhs indonesia.


saya juga menganggap keanekaragaman bahasa (daerah) di indonesia sebagai suatu potensi budaya yang tidak ternilai harganya :) betul, salah satu fungsi bahasa indonesia adalah bahasa penghubung, tetapi saya sendiri juga kadang lebih merasa nyaman untuk berbicara dalam bahasa daerah dengan orang yang juga memahami bahasa daerah saya, mungkin kalau di daerah tertentu ada yang belum berbahasa indonesia, itu karena adat mereka sangat kuat atau mereka belum terjangkau pendidikan ya? kami juga didorong dosen untuk memahami bahasa daerah yang kami tempati kalau suatu saat ditugaskan ke daerah terpencil :) biar begitu, harapan saya tetap saja orang indonesia semuanya seharusnya bisa bahasa indonesia dengan baik
*nggak tahu kenapa jadi ingat sumpah pemuda, hehehe*


Hamid said...

Saya setuju dengan Mas CHY yamg mengatakan Bhs Indonesia pun bukan tuan rumah di negeri sendiri. Kota Saya tepatnya di Kota PALU banyak penduduk Asli yang bersuku Kaili Yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Oh ia mba klo bisa shoutbox nya di ganti biar bisa ninggalin pesan singkat :)
sukses terus ya mba.


makasih untuk infonya, wah saya malah baru dengar ada suku KAili, jadi penasaran, hehehe. di jawa juga banyak kok orang yang belum bisa bahasa indonesia, salah satu nenek saya adalah contohnya. kami tidak bermasalah tentang hal itu, tetapi ada juga teman saya yang neneknya tidak bisa bahasa indonesia sedangkan dia sama sekali tidak bisa bahasa jawa karena sejak kecil tinggal di timika, sampai-sampai ketika ngobrol dengan neneknya dia harus didampingi 'penerjemah', biasanya sih tantenya :) oh iya, pernyataan anda tentang bahasa indonesia bukan tuan rumah di negeri sendiri kok rasanya tragis sekali ya? iya sih saya tahu kenyataannya memang begitu, tapi saya tetap berharap sebaliknya. makasih pak, soal SB, sedang saya laporkan ke administratornya, hehehe. sementara ini silakan meninggalkan jejak di 'komentar' dulu


Aura Rosena said...

Hi, Mbak Inda. Maaf baru bisa bales sekarang. Soal Tagnya nggak papa koq. Lagipula sy cuma bales tag dari temen saya. Oh ya, Apa kabar nih? Shoutboxnya diganti dunkz. Oggix skrg rada error sih. :(

Oh ya, soal bhs Indonesia. Itu, emang udah parah bgt. Waktu UAS aja nilai tmn2 byk yg bhs ing.ny bgs tpi bhs ind.ny jelek. Duh... priatin deh rasany. Masa' bhs sendiri sampai kalah sama bhs asing.


kabar baik, dik, moga di situ juga baik2 aja ya :) soal SB lagi aku bilangin ke adminnya, ehm ... sebenernya sayang kalo ganti, bukan apa-apa aku suka oggix soalnya dia bisa menampung pesan yang panjaaaang, cocok kan buat orang bawel kayak aku, hehehe. tapi entar deh, kalo sampe habis aku ujian blom beres juga ya terpaksa say goodbye ma dia. sabar yaa ... ninggal pesan di komen aja dulu, gak nyambung ya gak papa :)

nah soal uas itu, iya juga sih perasaan seumur-umur blom ada sejarahnya nilai uas bahasa indo tu bisa 10, beda ama matematika. bahasa inggris aja masih ada yang dapet 10 tapi kalo bahasa indonesia? mungkin ada faktor kurikulum juga yang berperan sih, kata guru bahasa inggrisku dulu, materi bahasa indonesia itu targetnya terlalu banyak, ada sastra, gramatika, semantik, sintaksis, EYD, dan sebagainya itu ... bandingkan dengan target kurikulum bahasa inggris atau malah bahasa lain yang relatif lebih sederhana (dulu pelajaran bahasa jerman di sekolahku intinya cuman belajar kalimat sehari-hari ...;p). dan menurutku minat orang indonesia sendiri untuk memahami bahasanya dan menggunakannya secara baik dan benar juga masih kurang. contoh aja, tanya deh ke orang-orang di sekeliling kita, berapa banyak di antara mereka yang punya kamus bahasa indo? aku punya sih, tapi bukan KBBI (kamus besar bahasa indonesia) :p yo ayo kita berbahasa indonesia yang baik dan benar

shige said...

wahwah .. istilah kedokteran ya .. ^^

kadang saya juga heran lho mbak .. banyak orang yang memakai istilah asing tapi gak ngerti apa arti sebenarnya .. dan parahnya itu jadi bahasa semuanya sendiri .. seperti kata 'Servis' yang berasal dari 'Service' yang biasanya digunakan untuk 'Servis HP, TV, dsb' dimaksudkan untuk kata 'perbaikan' bukan arti sebenarya .. merupakan salahsatu ke-salahkaprahan yang sangat ..

sulit memang kalau memikirkan masalah yang sudah membudaya seperti ini .. ^^

btw, thnkz dah main ke blog saya mbak Inda .. ^^

Adis said...

Contoh lain: tahu benda yg namanya stappler kan?tapi tahu gak apa bahasa bakunya?ada yg blg staples,jepretan,penjepret,jepitan dll.tapi yg benar adl pengokot hehehe...CMIIW

ijal said...

emg tu bener.. tkdg lebih enak di inggrisin krn klo pk bhs indo kdgrnnya jd aneh.. g biasa aja kli y..

auliahazza said...

Di luar negeri ada 40 negara yang telah mendirikan fakultas atau mata kuliah bahasa Indonesia.

Kalau kita belajar bahasa Indonesia waktu sekolah, menurut saya susah, mumet. Enakan ngomongnya.

Kalau arti bahasa Inggris kurang pas, suatu saat pasti dirubah lagi. Yang paling parah bahasa Inggris Teknologi. Kalau mouse bahasa Indonesia yang tepat apa yach ... masak tikus. Kan ga lucu kalau guru bilang ke murid-muridnya "Kita kliknya menggunakan tikus, geser yach tikusnya" *gedubrak.

Ada lagi kata download, bahasa Indonesianya "unduh" aneh dengarnya

Ti2Sh said...

Jadi inget dialog tentang album barunya BSB di Showbis News - Metro TV beberapa minggu yang lalu antara Dian Krishna dan seorang artis sebagai narasumber *mantannya-mantan-Bams-Samsons [halah] yang Justin-Timberlake-wannabe itu*.

Yang sangat mengganggu adalah bahasa yang digunakan sang interviewee yang... Ya ampun, si artis ini orang Indonesia bukan sih? Kadang orang Indonesia menggunakan istilah asing karena memang kesulitan mencari padanan katanya dalam bahasa indonesia, tapi toh dengan porsi bahasa ibu sendiri yang masih lebih banyak daripada bahasa asing kan? Tapi orang ini... Ditanyain pake bahasa Indonesia, ehh... dia jawabnya full bahasa Inggris, kalo kesulitan nemu istilah asingnya baru pake bahasa Indonesia. Berasa lagi nonton orang yang mengimplementasikan
bahasa-Inggris-yang-sedang-dia-pelajari begitu ada kesempatan. Dian Krishna sampai kewalahan 'membujuk' sang artis menggunakan bahasa Indonesia! Khasnya remaja Indonesia sekarang memang... Western-oriented banget!

Tapi ngomongin bahasa itu memang fun! =D Mulai dari kata 'gentle' yang entah bagaimana dalam bayangan orang Indonesia awam kok identik dengan cowok macho bertubuh kekar dengan perut six-pack padahal arti kata itu kan... 'lembut'. Sampai, ya itu tadi, kesulitan membahasaindonesiakan teks Inggris dibanding menginggriskan teks Indonesia bikin orang Indonesia jadi jago menggunakan bahasa gado-gado, nggak konsisten! *termasuk aku sendiri, comment ini pun pake bahasa gado-gado ya?* xp

Tentang dialog di Showbis News tadi... Saluran televisi aku pindah begitu si artis ngomong kalau album barunya BSB ini 'LEBIH BETTER' dari album yang sebelumnya *LOL*

Hartman said...

Happ New Year ndaa..

Mending Belajar basa Sunda..Yuuk.. :P

Aryo Anantoro said...

@ titish : LEBIH BETTER? LEBIH BETTER dia bilang!? *ngakak guling - guling*

aku dulu sempet eneg begitu denger kata "mengunduh" yang ternyata padanan kata untuk "download" :D

bukannya gimana - gimana, tapi istilah - istilah teknis semacam itu apa perlu di-indonesiakan :$

buat tambah ilmu ni... :9
http://id.wikipedia.org/wiki/Istilah_Internet_Indonesia

Anang said...

bahasa gaul juga mengancam keberadaan bahasa indonesia... kalo masalah istilah memang susah dituliskan dalam bahasa indonesia sendiri. mending dari aslinya sono

mardika said...

ikut prihatin mbak. apalagi baca majalah-majalah remaja sekarang, kayaknya tambah prihatin ya... salam kenal dari ambon...

inda_ardani said...

wah komentarnya asik2, ada yang lucu & banyak info juga. hadiah tahun baru yang menyenangkan buat inda, hehehe

shige said...

wahwah .. istilah kedokteran ya .. ^^

kadang saya juga heran lho mbak .. banyak orang yang memakai istilah asing tapi gak ngerti apa arti sebenarnya .. dan parahnya itu jadi bahasa semuanya sendiri .. seperti kata 'Servis' yang berasal dari 'Service' yang biasanya digunakan untuk 'Servis HP, TV, dsb' dimaksudkan untuk kata 'perbaikan' bukan arti sebenarya .. merupakan salahsatu ke-salahkaprahan yang sangat ..

sulit memang kalau memikirkan masalah yang sudah membudaya seperti ini .. ^^

btw, thnkz dah main ke blog saya mbak Inda .. ^^

iya emang orang tu suka asal ikut-ikutan aja tanpa memahami maksud sebenernya, jadinya salah kaprah deh. iya nih kita cuma bisa memulai dari kita ya, pokoknya kita berusaha lebih tahu diri gitu, gak asal ngikut. btw di jalan2 tu banyak banget contoh2 salah kaprah ya shige. coba aja:fotokopi. itu kan banyak banget versinya ya, ada photocopi, photokopy, hahaha

makasih juga, shige

Adis said...

Contoh lain: tahu benda yg namanya stappler kan?tapi tahu gak apa bahasa bakunya?ada yg blg staples,jepretan,penjepret,jepitan dll.tapi yg benar adl pengokot hehehe...CMIIW

haaaa ???? yang bener mas??? ya ampun kok baru tau ya ada istilah pengokot gitu, aneeeh. kalo saya sih biasanya bilangnya stappler, trus temen2 biasanya bilang 'klip'

ijal said...

emg tu bener.. tkdg lebih enak di inggrisin krn klo pk bhs indo kdgrnnya jd aneh.. g biasa aja kli y..

nah ... boleh juga keywordnya yang "nggak biasa" itu. jujur aja kalo lagi buka2 kamus (kurang kerjaan, emang :p) saya juga banyak banget nemuin kosakata yang bikin mikir "beneran nih ini istilah bahasa indonesia?". bagus juga kalo depdiknas ato departemen pariwisata banyakin kampanye bahasa indonesia melalui pengenalan kosakata, gitu kali ya? atau usaha apa aja deh, pokoknya buat sosialisasi bahasa indonesia, biar lebih 'nyantol' di keseharian kita

auliahazza said...

Di luar negeri ada 40 negara yang telah mendirikan fakultas atau mata kuliah bahasa Indonesia.

Kalau kita belajar bahasa Indonesia waktu sekolah, menurut saya susah, mumet. Enakan ngomongnya.

Kalau arti bahasa Inggris kurang pas, suatu saat pasti dirubah lagi. Yang paling parah bahasa Inggris Teknologi. Kalau mouse bahasa Indonesia yang tepat apa yach ... masak tikus. Kan ga lucu kalau guru bilang ke murid-muridnya "Kita kliknya menggunakan tikus, geser yach tikusnya" *gedubrak.

Ada lagi kata download, bahasa Indonesianya "unduh" aneh dengarnya

wah, 40? itu angka yang pantas diapresiasi! makasih infonya, mba. iya nih, di aussie juga sejak tingkat sd ada pelajaran bahasa indo, mustinya ini makin memacu semangat kita ya? orang luar aja bisa menghargai bahasa kita, masa sih kita sendiri malah nggak peduli. ya betul, bahasa indonesia terutama di tingkat smp dan sma memang sulit, seperti yang saya bilang sebelumnya di komentar saya sebelumnya itu, bahasa indonesia yang diajarkan di tingkat sekolah tampaknya terlalu banyak targetnya. menurut saya ada banyak dari materi pelajaran bahasa indonesia itu yang lebih baik dimasukkan ke kuliah sastra indonesia aja, tapi itu baru ide saya aja siiih.

oya, soal pengindonesiaan istilah teknologi, bisa lihat komentar teman saya, aryo, di bawah itu. kebetulan juga, saya pakai windows edisi bahasa indonesia, aneh-aneh memang dan saya juga sering ditertawakan teman-teman yang melihat isi laptop saya (nasiiiib :p). sekedar info, terjemahan indonesia untuk "mouse" adalah "tetikus"
xD

kalo ngga salah juga pernah denger ada yang menerjemahkan download sebagai "muat-turun" (coba aja masukin di google buat pastinya)

Ti2Sh said...

Jadi inget dialog tentang album barunya BSB di Showbis News - Metro TV beberapa minggu yang lalu antara Dian Krishna dan seorang artis sebagai narasumber *mantannya-mantan-Bams-Samsons [halah] yang Justin-Timberlake-wannabe itu*.

Yang sangat mengganggu adalah bahasa yang digunakan sang interviewee yang... Ya ampun, si artis ini orang Indonesia bukan sih? Kadang orang Indonesia menggunakan istilah asing karena memang kesulitan mencari padanan katanya dalam bahasa indonesia, tapi toh dengan porsi bahasa ibu sendiri yang masih lebih banyak daripada bahasa asing kan? Tapi orang ini... Ditanyain pake bahasa Indonesia, ehh... dia jawabnya full bahasa Inggris, kalo kesulitan nemu istilah asingnya baru pake bahasa Indonesia. Berasa lagi nonton orang yang mengimplementasikan
bahasa-Inggris-yang-sedang-dia-pelajari begitu ada kesempatan. Dian Krishna sampai kewalahan 'membujuk' sang artis menggunakan bahasa Indonesia! Khasnya remaja Indonesia sekarang memang... Western-oriented banget!

Tapi ngomongin bahasa itu memang fun! =D Mulai dari kata 'gentle' yang entah bagaimana dalam bayangan orang Indonesia awam kok identik dengan cowok macho bertubuh kekar dengan perut six-pack padahal arti kata itu kan... 'lembut'. Sampai, ya itu tadi, kesulitan membahasaindonesiakan teks Inggris dibanding menginggriskan teks Indonesia bikin orang Indonesia jadi jago menggunakan bahasa gado-gado, nggak konsisten! *termasuk aku sendiri, comment ini pun pake bahasa gado-gado ya?* xp

Tentang dialog di Showbis News tadi... Saluran televisi aku pindah begitu si artis ngomong kalau album barunya BSB ini 'LEBIH BETTER' dari album yang sebelumnya *LOL*

huahaha .. thx a lot tish. ya ampuuun segitunya ya tu orang, dasaaar. yah, untung ngga nonton, kalo aku nonton pasti aku udah mati ketawa ato malah tv-nya aku lempar pake bantal, hehehe. you know lah, 'luapan emosi' pas aku ngerasa geliii banget kadang bisa di luar dugaan (halah, hehehe) tapi apaan sih dia kok sok inggris gitu, di metro tv lagi, aduh-aduh-aduh!

btw dia tu kompeten nggak sih dijadiin narasumber? yang bener aja, ngomentarin seleb "segede" BSB gitu looo, mereka kan bukan entertainer ingusan lagi. okelah mungkin susah nyari narasumber indonesia yang seterkenal bsb, tapi ya paling nggak yang jam terbangnya udah jauh lumayan, gitu ... glenn friedly kek, titi dj kek ... yang ini kan masih "anak baru" ya, bukannya ngeremehin, cuma rasanya belum waktunya aja dia komen soal seleb selevel bsb di acara selevel metro tv (eh kok jd gosipin dia :p yo wis lah dah terlanjur ngomong :p)
ide jail: coba ya habis dia bilang lebih better gitu, ... interviewernya tegasin aja berkali-kali, pura2nya bikin kesimpulan wawancara gitu, "Oh, jadi LEBIH BETTER ya? kami penasaran juga LEBIH BETTER bagaimana yang dimaksud ini. pemirsa, mari kita simak gebrakan baru dari BSB yang LEBIH BETTER dari album-album sebelumnya ini ... " hihihi

iya nih tish, aku juga ngga bisa ngilangin "gado-gado"-ku, kita juga susah mengharapkan orang indonesia mau full berbahasa indonesia sepanjang hari seumur hidup, aku cuma berharap biarpun kita nggak pakai 100%, setidaknya kita harus bisa, kan tetep aja sewaktu-waktu kita ada di situasi yang mengharuskan kita berbahasa indonesia yang baku ...

oh iya, soal bahasa indonesia ini jelas jadi PR-mu lho, tish. hehehe, ditunggu manuver dari temenku yang kuliah sastra indonesia ini. semangaaat!

fyi: ngulang yang pernah aku catat di postinganku sebelumnya itu= salah kaprah tu hiburan gratis buat orang-orang intelek, hehehe
tapi aku juga pernah salah kaprah kok, trus ketohok juga soalnya dosenku (bukan yang aku sebut di artikel ini) ngritiknya straightforward bangeeet, hiks!

terus ... mumpung inget aku mau ngadu, tish! :p masa sih ... sofya, anak aksel tu, kadang manggil aku indAnesia ... lah kok bisa gitu ya, hahaha

Hartman said...

Happ New Year ndaa..

Mending Belajar basa Sunda..Yuuk.. :P

selamat tahun baru juga, kak. iya nih kakak lagi ngajar les bahasa sunda ya :p bahasa sunda biarpun mirip bahasa jawa tapi kok tetep susah ya, hehehe

Aryo Anantoro said...

@ titish : LEBIH BETTER? LEBIH BETTER dia bilang!? *ngakak guling - guling*

aku dulu sempet eneg begitu denger kata "mengunduh" yang ternyata padanan kata untuk "download" :D

bukannya gimana - gimana, tapi istilah - istilah teknis semacam itu apa perlu di-indonesiakan :$

buat tambah ilmu ni... :9
http://id.wikipedia.org/wiki/Istilah_Internet_Indonesia

ho-o iki Yo, piye to kuwi, kok iso ngomonge "lebih better" ngono? aku yo dadi ilfil ki ... (halah, ni ngomongnya kayak aku dah pernah ada feeling ma dia aja, kikiki)

dilematis Yo, di satu sisi bahasa indonesia pernah dicanangkan untuk menjadi bahasa sains dan teknologi (sori aku ngga bisa nyebutin sumber, ya itu gara2 baca korannya pas masih kecil :p), tapi di sisi lain ... ehm jujur aja bahasa indonesia itu belum memadai buat jadi bahasa sains. belum memadainya karena dia ngga punya cukup stok istilah untuk penerjemahan (ngga tahu kenapa begitu, padahal kan indonesia juga udah banyak menyerap istilah asing). kadang juga kita ketemu satu kata yang susah dicari padanannya dalam bahasa indo (terinspirasi dari titish), susah dapet istilah indonesia yang bener-bener menerjemahkan maknanya secara representatif, ya kan?
terus lagi, nah ya balik2nya ke yang aku bilang itu, kayaknya sosialisasi kosakata bahasa indonesia masih sangat kurang. makanya kerasa aneh kadang kalo kita baca istilah2 indo.
itu di satu sisi. di sisi lain, kebutuhan buat penerjemahan istilah teknis itu tetep ada lho. kamu pernah nggak ngerasain ngajarin komputer ke orang yang udah tua atau (maaf) buat orang yang tinggal di pedesaan? yang kayak gitu kan biasanya orangnya malah nggak kenal sama bahasa inggris tapi butuh penjelasan sesederhana mungkin, bahasa yang paling deket ke mereka selain bahasa daerah ya bahasa indo kaaan?

aku dah liat di wikipedia itu, hehehe, makasih yo. malah bikin bingung ya, terjemahan email aja banyak banget gitu. mustinya Pusat Bahasa atau departemen terkait bertindak nih, membakukan istilah yang jadi terjemahan, biar ada keseragaman dan keakuratan, gitu. jangan lupa sosialisasinya

btw aku kejatuhan nasib dapet mikocok jendela (eh ini istilahmu kaaan hahaha) yang edisi bahasa indonesia. awal-awal aku pake malah aku sampe frustrasi saking bingungnya ma terjemahannya. lah coba aja "safely remove hardware" di laps-ku jadi "aman untuk mencopot perangkat keras", mau ngutak atik system tools (=alat sistem ;p) jelas repot bangeeet. sekarang sih udah lumayan biasa, tapi ya itu ... seringnya aku "habis" diketawain temen2 gara2 punya software gini :p

Anang said...

bahasa gaul juga mengancam keberadaan bahasa indonesia... kalo masalah istilah memang susah dituliskan dalam bahasa indonesia sendiri. mending dari aslinya sono

hal yang sudah membudaya memang sulit untuk diubah, pak. iya memang bahasa gaul suka aneh2, apalagi yang ngomong suka asal ikut2an aja, ngga ngerti maksud sebenernya (ide dari komentar di atas: shige dan titish)

makanya saya cuma bisa menawarkan alternatif solusi: boleh aja kita pake bahasa gaul, tapi harus bisa juga berbahasa indonesia yang baku. mengenai terjemahan istilah, kebetulan dosen kami banyak yang menyarankan untuk melihat kepada literatur aslinya (inggris) setiap kali mempelajari sesuatu, sebab sekalipun sudah diterjemahkan oleh orang yang kompeten, kadang teks terjemahan membuat makna jadi bias. nah masalahnya lagi, orang indonesia tu udah bahasa indonesianya ngga konsisten, bahasa inggrisnya pun belum fluent, bingung deh jadinya (ini masalah buat saya juga sih, hehe). iya sih, setuju juga, kalau memang sulit diindonesiakan, lebih baik tidak usah diterjemahkan (takutnya bias), tapi jangan lupa juga dicetak miring, begitu kali yaa

mardika said...

ikut prihatin mbak. apalagi baca majalah-majalah remaja sekarang, kayaknya tambah prihatin ya... salam kenal dari ambon...

betul sekarang banyak juga majalah2 baru yang judul2 headline-nya ditulis dalam bahasa inggris sampai2 saya sepintas bingung, ini majalah luar atau dalam? kok kayaknya udah malu pake bahasa sendiri, kayak ngga punya jati diri aja. tapi ya memang yang seperti ini kita harus mulai dari diri sendiri juga kan. makasih dan salam kenal juga

der kaizer said...

waaaa commentnya menarik, n bnyk bgt hehehe...

seru bacanya nda,

sy sampe lupa tadi di awal sbnrnya mo tulis comment, trus pas slesei baca saking serunya jadi lupa mo nulis apa hahahhaa...

yasud deh, cma mo bilang aja, mo pake bahasa gado2 tu mbok ya di pikir gtu lo....udah LEBIH pake BETTER (yang notabene artinya LEBIH BAIK) lagi....ya ampun...kan klo digabung jadinya LEBIH LEBIH BAIK bwahahahah....kaco....yaudahlah, moga2 insap deh orang2 yang kegatelan-pengen-pamer-bahasa-inggris heheheh

futsu said...

Met Taun baru & Met Ujian Inda!!!

step said...

waduh nda.. susah2 amat istilahnya.. dokter2 indo pada tau ga istilah2 itu? hahahha

basa indo emang susah.. di sini ada beberapa buku pelajaran basa indo (ditulis baik oleh orang jerman maupun orang indo).. tp banyak pengguna yg bilang teori2 di buku ga pas, jd kalo mo blajar basa indo musti cari guru yg ORANG INDO ASLI.. yg ada sih diajari basa gaul d ama "guru"nya :P (in my case: basa jawi :D)

contone ya aku iki nda.. angel je nganggo basa indo.. wekeke.. apalagi pelafalannya tuh.. dulu waktu masih di jakarta aku sering diejek, disuruh bilang "jogja" tanpa logat jawa hahahaha ya mana bisaaaaaaaa kan pelafalan "j" kita kentel banget hehe

kalo aku terus terang lebih nyaman pake basa daerah.. ya aku berusaha blajar gitu. kayak dulu waktu di jakarta, aku blajar basa jakarta (ga gampang lho ini.. merubah "kowe" menjadi "elu" :P).. di sini juga aku belajar basa daerah sini.. jermannya dipake buat kuliah doang hehehe kan org2 sini banyak juga yg tidak bisa berbahasa jerman dengan baik dan benar (hochdeutsch). ada alasan pribadi sih kenapa aku lebih memilih untuk berbahasa daerah daripada bahasa nasional :)

step said...

oh ya, aku juga selalu bilang, sisi mudahnya basa indo: ga ada patokan grammatikal yg saklek, jd lu bisa omong nyantai, semua orang ngerti.. tapi itu sekaligus jadi sisi sulitnya juga hehe mo ngajarin grammar jd setengah mati, secara kita juga bingung mana yg bener :P

(jadi inget waktu di skul.. antara 1 guru dengan yg lain beda gitu ngajarinnya hahaha.. en jd inget pak "bajuri"!! aduh sapa tuh nama aslinya.. guru basa indo kita kls 1 itu lho.. hihihi diriku kan pernah ketangkep mbolos sama beliau^^)

inda_ardani said...

der kaizer said...

waaaa commentnya menarik, n bnyk bgt hehehe...

seru bacanya nda,

sy sampe lupa tadi di awal sbnrnya mo tulis comment, trus pas slesei baca saking serunya jadi lupa mo nulis apa hahahhaa...

yasud deh, cma mo bilang aja, mo pake bahasa gado2 tu mbok ya di pikir gtu lo....udah LEBIH pake BETTER (yang notabene artinya LEBIH BAIK) lagi....ya ampun...kan klo digabung jadinya LEBIH LEBIH BAIK bwahahahah....kaco....yaudahlah, moga2 insap deh orang2 yang kegatelan-pengen-pamer-bahasa-inggris heheheh

wah ternyata dibaca semuanya ya, kak? makasih lho. hehe iya tuh kak, sebenernya sih saya nggak anti2 banget sama yang bicaranya gado2 karena saya juga sering gitu (yah seperti yang kak sammy lihat di artikel ini dan di daftar komentar ini juga ;p), tapi paling nggak, kalo ngomong lihat2 tempat lah ... itu kan di metro tv mustinya beda dong dibanding mtv
dan sebenernya sih gara2 tau ada kejadian gituan jadi bikin saya introspeksi juga, pasti pernah juga salah ngomong yang bikin keliatan bodo :p hii malu.
wah jadi penasaran juga tadinya kak sammy mau bilang apa, pasti mau nambah info di sini. tar kalo udah inget, kasih tau lagi ya, kak!

futsu said...

Met Taun baru & Met Ujian Inda!!!

makasih, arthit. moga ujianmu sukses juga ya

step said...

waduh nda.. susah2 amat istilahnya.. dokter2 indo pada tau ga istilah2 itu? hahahha

basa indo emang susah.. di sini ada beberapa buku pelajaran basa indo (ditulis baik oleh orang jerman maupun orang indo).. tp banyak pengguna yg bilang teori2 di buku ga pas, jd kalo mo blajar basa indo musti cari guru yg ORANG INDO ASLI.. yg ada sih diajari basa gaul d ama "guru"nya :P (in my case: basa jawi :D)

contone ya aku iki nda.. angel je nganggo basa indo.. wekeke.. apalagi pelafalannya tuh.. dulu waktu masih di jakarta aku sering diejek, disuruh bilang "jogja" tanpa logat jawa hahahaha ya mana bisaaaaaaaa kan pelafalan "j" kita kentel banget hehe

kalo aku terus terang lebih nyaman pake basa daerah.. ya aku berusaha blajar gitu. kayak dulu waktu di jakarta, aku blajar basa jakarta (ga gampang lho ini.. merubah "kowe" menjadi "elu" :P).. di sini juga aku belajar basa daerah sini.. jermannya dipake buat kuliah doang hehehe kan org2 sini banyak juga yg tidak bisa berbahasa jerman dengan baik dan benar (hochdeutsch). ada alasan pribadi sih kenapa aku lebih memilih untuk berbahasa daerah daripada bahasa nasional :)

oh ya, aku juga selalu bilang, sisi mudahnya basa indo: ga ada patokan grammatikal yg saklek, jd lu bisa omong nyantai, semua orang ngerti.. tapi itu sekaligus jadi sisi sulitnya juga hehe mo ngajarin grammar jd setengah mati, secara kita juga bingung mana yg bener :P

(jadi inget waktu di skul.. antara 1 guru dengan yg lain beda gitu ngajarinnya hahaha.. en jd inget pak "bajuri"!! aduh sapa tuh nama aslinya.. guru basa indo kita kls 1 itu lho.. hihihi diriku kan pernah ketangkep mbolos sama beliau^^)

oi, stef lagi nih ya! walah, takkiro sopo. habis kamu ngomong soal guru kita itu aku baru ngeh, hehehe ... lama banget sih kita nggak ketemunya. nice to see you back
you know what, aku sampe nyari2 di yearbook soalnya ... ehm, aku juga lupa siapa namanya (gubrak!). murid tak tahu diri ... huehehehe. lah piye di yearbook ga ada namanya,cuma fotonya doang :p kalo gak salah namanya depannya Al, gitu. yo wis lah :p

bentaaar ... yang kamu bilang dokter2 indo pada tau ga istilah2 itu yo mestine tau laaah, ini yang aku tulis di sini kan soalnya ilmuku masih dikit jadinya sebentar2 ketemu fakta baru langsung heran :p tapi emang sih, ada contoh kejadian yang aku alami, dulu aku pernah diem sebentar, mikir, waktu aku denger ada dokter praktek yang bilang, "mid-stream, yah ..." barulah beberapa detik kemudian aku ngeh kalo yang dia maksud tu sama kayak yang dibilang dosenku, "pancar tengah ..."

hihihi, aku ngebayangin kamu diledekin temen2 jkt-mu, tapi pastinya bisa kamu tangkis dengan cool-nya dong, kan kamu jagonya debat, hahahaha. lah kalo di Hessen (eh, kamu di situ kan? nebak aja dari daftar visitor-ku) ada ngga orang yang ngerti pas kamu bilang "kowe"? xD
dan jujur aja setelah baca komenmu aku iseng "tes ngomong": jogja-jogja-jogja ... hehe, rasane kok biasa wae, yo? lah temen2 jkt-ku aja ngga pernah protes ma logatku ... tapi ya ngga tau juga sih kalo di belakang mereka ngetawain, kikiki...whatever lah
oh ya, soal itu, kayaknya aku ngerti deh alesannya :) ya nggak papa sih, aku respek ma kamu kok. santai wae

weh? sisi mudahnya basa indo: ga ada patokan grammatikal yg saklek... maksudmu piye, stef? kalo buat bahasa sehari2 sih emang iya, tapi kalo bahasa resminya ... duh maaf kayaknya aku ngga setuju, mbak :) begini2 aku paling suka lho kalo dapet job disuruh ngedit naskah, terutama dari ejaannya. apalagi soal struktur kalimat, wah aku berani deh "pasang badan" buat kerjaan gituan, hehehe. teks yang pake bahasa indo resmi selalu teliti bener2, jangan sampe ada kalimat yang nggak punya subjek ato nggak punya predikat, dsb ^_^ ya mana bisa aku ngerjain gituan kalo ngga ada patokan yang jelas :) tapi emang bener sih yang kamu bilang kalo tiap guru tu sering beda pendapat
eh jadi pengen tau pendapat titish soal patokal gramatikal bahasa indo ini, tar deh aku nanya lagi ke dia :)
oh ya soal bahasa indo, satu lagi yang enak buat kita (dan terutama kamu, kan?): aku ngerasa kalo bahasa indo tu istilah2nya banyak yang mirip bahasa jerman trus struktur bahasanya mirip ma bahasa mandarin, gitu ya. aku penasaran gimana bahasa gaulnya jerman (masih pake patokan feminin-maskulin-netral nggak yaa ... itu kan yang paling bikin pusing.. hehehe), jadi ternyata di mana-mana bahasa resmi tu tetep aja ada versi gaulnya ya

AM Mufti said...

Mungkin terjemahan itu pake bahasa Indonesia baku tempo dulu. Jadi agak2 melayu gitu. Bahasa Indonesia yang sekarang kan dah mengalami perkembangan kosa kata yang luar biasa sehingga meluruhkan kosa kata terdahulu.

inda_ardani said...

pendapat anda menarik. maaf saya sepertinya lupa menyampaikan bahwa contoh yang saya tulis di atas adalah bagian dari teori-teori dasar yang memang masih menggunakan literatur lama. ya, masuk akal kalau bahasa indonesia yang digunakan di contoh itu masih kental dengan nuansa melayu-nya. saya ingat kalau bahasa indonesia sepanjang yang saya pelajari di sekolah dulu dikatakan berasal dari bahasa melayu. tentu saja saya juga sepakat bahwa perkembangan bahasa tidak bisa terlepas dari perkembangan zaman.

aureliaclaresta said...

aku pernah denger ttg getas. dan baru tau kalo bahasa inggrisnya adalah brittle... hahaha makasih, saya malah jadi belajar bahasa inggris :P